Pembangunan Drainase Rp4 Miliar di Jalan Paus Bikin Usaha Warga Sepi

Pembangunan-drainase-di-Jalan-Paus.jpg
Pembangunan drainase di Jalan Paus, Kota Pekanbaru (HERIANTO WIBOWO/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Pembangunan drainase di Jalan Paus, Kota Pekanbaru, mulai berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Debu proyek hingga akses kendaraan yang terbatas dikeluhkan pelaku usaha karena membuat pelanggan enggan datang dan kegiatan jual beli terganggu.

Salah seorang warga Jalan Paus, Bayu, mengaku mengalami kerugian sejak pengerjaan drainase berlangsung. Ia mengatakan, debu dari aktivitas proyek membuat pelanggan tidak nyaman untuk berbelanja di tempat usahanya yang menjual makanan dan minuman.

"Saya jual makanan dan minuman, sementara pengerjaan drainase ini menimbulkan debu. Jadi pelanggan gak mau datang," tuturnya, Jumat 9 Oktober 2026.

Meski aktivitas usahanya terganggu, Bayu mengaku mendukung pembangunan drainase yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Ia berharap proyek tersebut dapat mengatasi persoalan banjir dan genangan air yang selama ini terjadi di Jalan Paus.

Namun, ia meminta pengerjaan segera diselesaikan agar dampak terhadap warga dan pelaku usaha tidak berlangsung berkepanjangan.

"Hanya saja kami cukup mengalami kerugian, kendaraan juga sulit masuk karena jembatan penghubung dihancurkan dan diganti dengan papan yang tidak terlalu panjang," sebutnya.



Pembangunan drainase di Jalan Paus membentang dari Simpang Jalan Arifin Ahmad hingga kawasan Jalan Paus. Proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp4 miliar.

Selain Jalan Paus, perbaikan drainase juga dilakukan di Jalan Darma Bakti, Jalan Embun Pagi, Jalan Cipta Karya, Jalan Arifin Ahmad, dan Jalan Srikandi. Pengerjaan turut berlangsung di sekitar Rumah Sakit Awal Bros, Jalan Jenderal Sudirman.

Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru mengungkapkan progres pengerjaan drainase di enam ruas jalan yang direncanakan baru mencapai sekitar 40 persen.

Kepala Dinas PUPR Pekanbaru, Edward Riansyah, mengatakan pengerjaan tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.

"Drainase dari enam ruas jalan yang kami rencanakan baru tuntas sekitar 40 persen," kata Edward, Senin 28 September 2026.

Dengan target penyelesaian pada akhir tahun, pengerjaan drainase di sejumlah ruas jalan tersebut diharapkan dapat segera dituntaskan. Selain untuk mengurangi risiko banjir dan genangan air, proyek ini juga diharapkan mampu memperbaiki akses jalan serta mengembalikan kelancaran aktivitas usaha warga yang terdampak.