36 Tim dari Dua Kasta Berebut Tiket 8 Besar League Cup, Persib dan Borneo FC Menunggu

Fase-grup-League-Cup.jpg
Pembagian grup League Cup (AI Gemini)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ajang League Cup resmi memasuki babak baru setelah pembagian grup yang mempertemukan tim-tim dari dua kasta kompetisi tertinggi di Indonesia, yakni Super League dan Championship.

Sebanyak 36 tim dipastikan ambil bagian dalam fase grup. Mereka terbagi ke dalam 12 grup, mulai Grup A hingga Grup L, dengan masing-masing grup dihuni tiga tim.

League Cup merupakan turnamen baru di kompetisi sepakbola Indonesia yang digelar 3 November 2026 nanti.

League Cup adalah penerus dari Piala Indonesia yang sudah lama mati suri sejak terakhir kali digelar pada 2019. Setelah lama didesak publik, akhirnya PSSI dan I League kembali menggelar turnamen pendamping kompetisi.

Namun PSSI dan I League memilih branding baru, turnamen lanjutan Piala Indonesia ini diputuskan menggunakan titel League Cup. Salah satu alasannya adalah pesertanya yang terbatas dari klub peserta kompetisi strata 1 (Super League) dan strata 2 (Championship) saja.

Format tersebut membuat setiap pertandingan dipastikan memiliki arti penting. Klub-klub yang tampil tidak hanya dituntut mengandalkan kualitas skuad, tetapi juga harus mampu menjaga konsistensi sepanjang fase grup untuk mengamankan tiket menuju babak berikutnya.

Persaingan menjadi semakin menarik karena dua tim, Persib Bandung dan Borneo FC, telah mendapatkan tempat langsung di babak 8 Besar atau perempat final.

Keduanya tidak perlu melewati fase grup dan akan menunggu tim-tim yang berhasil lolos dari persaingan 12 grup tersebut. 

Situasi ini membuat perebutan tiket menuju perempat final menjadi salah satu daya tarik utama League Cup. Setiap tim harus berjuang sejak pertandingan pertama karena kesalahan kecil berpotensi membuat langkah mereka terhenti lebih awal.

Grup A menghadirkan Persija Jakarta sebagai salah satu tim yang mendapat perhatian besar. Macan Kemayoran akan bersaing dengan Sumsel United dan klub sarat sejarah, PSMS Medan.

Kehadiran PSMS membuat grup ini memiliki daya tarik tersendiri. Klub asal Medan tersebut memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Indonesia dan tentu tidak ingin sekadar menjadi pelengkap dalam persaingan.

Sementara Persija membawa ambisi untuk melangkah sejauh mungkin. Sumsel United juga memiliki peluang untuk membuat persaingan semakin terbuka.

Grup B menjadi salah satu grup yang menarik perhatian karena mempertemukan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Semen Padang, dan PSPS Pekanbaru. Ketiga tim akan saling berhadapan dalam persaingan yang diprediksi berlangsung ketat.

Semen Padang dan PSPS Pekanbaru sama-sama memiliki sejarah panjang dalam kompetisi nasional. Sementara Bhayangkara Presisi Lampung FC juga memiliki kesempatan untuk menunjukkan kekuatan mereka di tengah persaingan tersebut.

Bagi ketiga tim, setiap poin akan menjadi sangat berharga dalam upaya mengamankan langkah ke fase berikutnya.

Grup C dihuni Dewa United Banten FC, Persita Tangerang, serta Persiraja Banda Aceh. Pertemuan tiga tim tersebut berpotensi menghadirkan pertandingan dengan intensitas tinggi. 



Persiraja yang dikenal dengan julukan Laskar Rencong juga membawa tradisi dan karakter permainan tersendiri.

Di sisi lain, Dewa United dan Persita akan berusaha memanfaatkan pengalaman mereka di kompetisi kasta tertinggi untuk meraih hasil maksimal.

Grup D mempertemukan Java United, Adhyaksa FC Bekasi, dan PSIS Semarang.

PSIS menjadi salah satu tim yang memiliki pengalaman panjang di kompetisi nasional. Namun, kehadiran Java United dan Adhyaksa FC Bekasi membuat persaingan di grup ini tetap terbuka.

Sementara itu, Grup E diisi PSIM Jogja, Persikad Depok, dan Persiku Kudus. PSIM Jogja menjadi salah satu nama yang memiliki basis pendukung besar. Namun, mereka tetap harus mewaspadai Persikad Depok dan Persiku Kudus yang berpeluang memberikan kejutan.

Beranjak ke Grup F, Garudayaksa akan menghadapi PSS Sleman dan PSGC Ciamis.

PSS Sleman tentu tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melangkah ke babak selanjutnya. Namun, pertandingan melawan Garudayaksa dan PSGC Ciamis dipastikan membutuhkan konsentrasi penuh.

Grup G mempertemukan Persebaya Surabaya, PSBS Biak, dan Kendal Tornado FC.

Persebaya menjadi salah satu tim yang memiliki sejarah dan basis suporter besar di sepak bola Indonesia. Namun, status tersebut tidak otomatis membuat perjalanan mereka mudah.

PSBS Biak dan Kendal Tornado FC akan berupaya memanfaatkan setiap pertandingan untuk memberikan tekanan dan membuka peluang lolos.

Sementara Grup H mempertemukan Persik Kediri, Persis Solo, dan Deltras FC Sidoarjo.

Ketiga klub memiliki karakter dan sejarah masing-masing. Pertandingan antarklub Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut diprediksi menjadi salah satu duel yang menarik perhatian pecinta sepak bola nasional.

Grup I mempertemukan Persijap Jepara, Madura United, dan Persela Lamongan.

Madura United memiliki pengalaman tampil di level tertinggi, sedangkan Persijap dan Persela memiliki sejarah panjang dalam kompetisi sepak bola Indonesia.

Persaingan di grup ini pun diperkirakan berlangsung ketat karena ketiga tim sama-sama memiliki kesempatan untuk merebut tiket ke fase berikutnya.

Di Grup J, Bali United FC akan bersaing dengan Barito Putera dan Persiba Balikpapan.

Bali United merupakan salah satu klub yang dalam beberapa musim terakhir menjadi bagian penting dalam persaingan sepak bola kasta tertinggi. Namun, Barito Putera dan Persiba Balikpapan juga memiliki ambisi yang sama untuk melangkah lebih jauh.

Kemudian Grup K dihuni De Red FC, Persipura Jayapura, dan PSM Makassar. Persipura menjadi salah satu nama besar yang memiliki sejarah panjang di sepak bola nasional. PSM Makassar juga merupakan klub dengan tradisi kuat, sehingga persaingan di grup ini layak mendapat perhatian.

De Red FC akan berusaha memanfaatkan setiap kesempatan untuk memberikan kejutan.

Sementara itu, Grup L mempertemukan RANS Nusantara, Isenmulang Kalteng FC, dan Arema FC.

Arema FC membawa nama besar serta dukungan suporter yang luas. Namun, perjalanan menuju babak berikutnya tetap harus diperjuangkan melalui pertandingan di lapangan.

RANS Nusantara dan Isen Mulang Kalteng FC juga memiliki peluang untuk membuat persaingan grup semakin menarik.

Format League Cup kali ini memberikan ruang bagi klub dari dua kasta untuk saling berhadapan. Tim-tim Super League akan diuji konsistensinya, sementara klub-klub Championship mendapat kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing menghadapi lawan dari level kompetisi yang lebih tinggi.

Dengan tiga tim di setiap grup, persaingan dipastikan berlangsung ketat. Setiap pertandingan dapat menjadi penentu karena ruang untuk melakukan kesalahan relatif kecil.

Selain memperebutkan kemenangan, tim juga harus memperhitungkan selisih gol dan hasil pertandingan lainnya yang dapat menentukan posisi akhir di grup. Di ujung fase tersebut, tiket menuju babak 8 Besar menjadi incaran utama. 

Persib Bandung dan Borneo FC sudah menunggu di perempat final. Kedua tim mendapatkan keuntungan karena tidak harus melewati fase grup dan akan menghadapi tim yang berhasil lolos.

Kondisi tersebut membuat pertarungan menuju delapan besar menjadi semakin menarik. Sebanyak 36 tim akan memulai perjalanan dari fase grup, sementara hanya tim-tim yang mampu bertahan yang nantinya berhak melanjutkan langkah.

League Cup pun bukan sekadar ajang mempertemukan klub dari dua kasta kompetisi. 

Turnamen ini juga menjadi panggung bagi klub-klub untuk menguji kedalaman skuad, mental bertanding, serta kemampuan mereka menghadapi jadwal dan tekanan dalam kompetisi.