Dibungkam dan Digusur PSPS dari Klasemen, Coach Azul Salahkan Pemain Persikad

psps-pekanbaru-vs-persikad-depok4.jpg
PSPS Pekanbaru vs Persikad Depok di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Minggu, 12 April 2026. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Pelatih kepala Persikad Depok, Achmad Zulkifli, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Depok setelah timnya gagal meraih poin dalam laga kontra PSPS Pekanbaru. 

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kaharuddin Nasution, Ahad 12 April 2026, Persikad harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 3-1.

Persikad sebenarnya mengawali pertandingan dengan baik setelah unggul cepat melalui gol Rosalvo Candido Rosa pada menit ke-4. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan.

PSPS bangkit dan menyamakan kedudukan melalui gol Douglas Cruz pada menit ke-19. Kemudian tuan rumah kemudian berbalik unggul lewat aksi Asir Asiz yang mencetak gol spektakuler, sekaligus menutup babak pertama dengan skor 2-1.

Pada babak kedua, Asir kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan silang dari Antonio Gamaroni. Gol tersebut memastikan kemenangan PSPS dengan skor akhir 3-1, meski pertandingan sempat diwarnai tambahan waktu 10 menit.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat Depok karena tidak bisa membawa pulang poin. Kami harus akui, PSPS malam ini bermain sangat spartan dan mampu membaca permainan kami,” ujar Achmad Zulkifli.


Coach Azul mengakui, timnya telah melakukan persiapan matang, termasuk menganalisis beberapa pertandingan terakhir PSPS. Namun, kondisi di lapangan tidak sesuai dengan yang diperkirakan.

“Kami sudah melakukan analisa dari enam pertandingan terakhir PSPS, tapi yang terjadi di lapangan tidak seperti yang kami bayangkan. Malam ini mereka bermain sangat baik,” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi hasil pertandingan adalah perubahan mentalitas pemain setelah unggul cepat. Alih-alih mempertahankan tekanan, tim justru cenderung bermain bertahan.

“Ketika unggul cepat, pemain cenderung mengamankan situasi. Tidak ada instruksi dari pelatih untuk bertahan, tapi itu inisiatif pemain. Justru kondisi itu membuat PSPS berkembang, dan kami tidak bisa beradaptasi dengan cepat,” jelasnya.

Achmad juga menilai kualitas skuad PSPS saat ini cukup merata, baik dari pemain lokal maupun asing, sehingga sulit diprediksi dalam menentukan strategi permainan.

“Materi pemain PSPS sekarang cukup baik, baik asing maupun lokal. Kami juga tidak bisa memastikan siapa saja yang akan diturunkan, itu membuat kami kesulitan membaca permainan mereka,” tambahnya.

Meski menelan kekalahan, ia menegaskan Persikad masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi di klasemen. Dengan tiga laga tersisa, timnya bertekad untuk bangkit dan keluar dari tekanan.

“Kami sepakat untuk memaksimalkan tiga laga sisa. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk keluar dari situasi ini,” tegasnya.

Kekalahan ini membuat Persikad turun ke peringkat kedelapan klasemen, sementara PSPS Pekanbaru naik ke posisi ketujuh dengan raihan 31 poin.