RIAU ONLINE, PEKANBARU – Pertandingan antara tuan rumah PSPS Pekanbaru melawan tim tamu Adhyaksa FC berakhir imbang 1-1 dalam laga yang sarat kontroversi di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Jumat 23 Januari 2026 malam WIB.
Sejumlah keputusan wasit memicu ketegangan sepanjang pertandingan, mulai dari pemberian penalti untuk Adhyaksa FC, gol PSPS Pekanbaru yang dianulir, hingga penghentian laga yang dinilai tidak konsisten saat bola ganda masuk ke lapangan.
Ketika bola tangan dikuasai pemain PSPS dan ada dua bola yang masuk kelapangan, wasit langsung meniupkan peluit untuk menghentikan pertandingan. Namun sebaliknya ketika Adhyaksa FC yang menguasai bola dan ada dua bola yang masuk ke dalam lapangan, wasit tidak menghentikan pertandingan.
Padahal kejadian itu tidak jauh dari wasit utama dan juga wasit cadangan yang berdiri di pinggir lapangan.
Kontroversi tersebut memancing protes keras dari kubu PSPS Pekanbaru. Pelatih kepala PSPS Aji Santoso bersama Manajer PSPS Miftakhul terlihat melayangkan protes langsung kepada wasit utama, Yeni Krisdianto. Akibatnya, keduanya diganjar kartu kuning.
Bahkan, Aji Santoso sempat meluapkan emosinya dengan mendatangi area bangku cadangan Adhyaksa FC sambil menunjuk ke arah ofisial tim tamu.
Situasi di stadion pun memanas, suporter PSPS Pekanbaru berulang kali meneriakkan kata “mafia” sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan wasit dan Adhyaksa FC.
Seusai pertandingan, Aji Santoso tak mampu menyembunyikan emosinya. Raut wajah dan ekspresinya menunjukkan kekecewaan mendalam atas jalannya laga yang penuh kontroversi.
“Yang jelas pertandingan malam ini memalukan buat saya. Saya tidak mau menuduh siapa-siapa, silakan dianalisis sendiri,” ujar Aji.
PSPS Pekanbaru tampil agresif sejak awal laga. Saat pertandingan baru berjalan 10 menit, tuan rumah berhasil unggul cepat melalui sepakan terukur Asir Aziz yang memanfaatkan umpan Viery Donny Ariyanto. Gol tersebut membawa PSPS memimpin 1-0.
Tertinggal satu gol, Adhyaksa FC mencoba bangkit dengan membangun serangan lewat gelandang kreatif mereka, Makan Konate. Namun, hingga pertengahan babak pertama, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Kontroversi pertama terjadi ketika Viery Donny Ariyanto terjatuh di kotak penalti usai berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang Adhyaksa FC. Wasit sempat menunjuk titik putih, namun keputusan tersebut diprotes pemain Adhyaksa sehingga wasit melakukan pengecekan VAR.
Hasilnya, penalti dibatalkan. Wasit menilai tidak ada pelanggaran dan justru memberikan kartu kuning kepada Viery Donny karena dianggap melakukan diving. Keputusan ini memicu reaksi keras dari ribuan pendukung PSPS yang meneriakkan umpatan kepada wasit.
Menjelang akhir babak pertama, kontroversi kembali terjadi. Kali ini, Adhyaksa FC mendapat hadiah penalti setelah pemain PSPS dianggap melakukan pelanggaran di area terlarang. Meski mendapat protes keras dari Aji Santoso, wasit tetap pada keputusannya.
Makan Konate yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan kiper PSPS Muhammad Darmawan. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSPS Pekanbaru mencoba mengendalikan tempo permainan melalui peran Asir Aziz. Sejumlah peluang diciptakan, namun rapatnya pertahanan Adhyaksa FC membuat gol tambahan gagal tercipta.
Adhyaksa FC juga beberapa kali mengancam lewat serangan balik, tetapi belum mampu memaksimalkan peluang. PSPS sebenarnya sempat mencetak gol kedua melalui sepakan Toninho, namun gol tersebut dianulir wasit karena dinilai ada pelanggaran terlebih dahulu.
Keputusan tersebut kembali memicu protes pemain dan suporter PSPS Pekanbaru. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang 1-1 tak berubah.
Hasil imbang ini membuat PSPS Pekanbaru masih tertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 21 poin. Sementara Adhyaksa FC tetap bertengger di posisi kedua dengan raihan 30 poin dari 17 pertandingan.
Susunan Pemain
PSPS Pekanbaru: Muhammad Darmawan (kiper), Misbakus Sholikin, Muhammad Reza Kusuma, Ilham Syafri Noer, Antonio Agusto Gamaroni de Carvalho, Asir Aziz, Alfin Tuasalamony (kapten), Viery Donny Ariyanto, Achmad Riyadi, Natanael Siringo Ringo.
Pelatih: Aji Santoso
Adhyaksa FC: Chairil Zul Azhar (kiper), Adilson Gancho da Silva, Makan Konate, Ardi Ramdani (kapten), Ramiro Ezequel Fergonzi, Arif Satria, Brayen Pondaag, Galuh Aryananta, Rahmad Dandy Sonriza, Miftahul Hamdi, Roy Sandy.
Pelatih: Ade Suhendra

