Aji Santoso Kembali Tangani PSPS Pekanbaru, Agus Sugeng Pilih Mundur

Agus-Sugeng-Riyanto4.jpg
(Kiri-kanan) Kapten PSPS Pekanbaru Achmad Faris, Agus Sugeng Riyanto dan Ibnu Grahan. (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Asisten Pelatih PSPS Pekanbaru, Agus Sugeng Riyanto, mengundurkan diri setelah manajemen menunjuk Aji Santoso sebagai pelatih kepala baru untuk menakhodai skuad Askar Bertuah.

Keputusan mundurnya Agus Sugeng ini diambil tak lama setelah Aji Santoso kembali bergabung dengan PSPS Pekanbaru, usai berpisah dari Persela Lamongan.

Sementara itu, caretaker PSPS sebelumnya, Ibnu Grahan, dipastikan tetap mendampingi tim hingga laga melawan Sumsel United pada Sabtu 18 Oktober 2025 di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru.

Sebelumnya, Agus Sugeng pelatih berlisensi A AFC Pro atau setingkat dengan pelatih kepala ini sempat menukangi PSPS dalam dua laga penting, yakni menghadapi Persikad Depok dan Sriwijaya FC, saat tim tengah ditinggal seluruh staf kepelatihan.

Manajer PSPS Pekanbaru, Miftakhul Fahamsyah mengungkapkan pihaknya sebenarnya sempat berencana mengkolaborasikan Agus Sugeng dengan Aji Santoso dalam satu tim pelatih.


Namun, Agus Sugeng memilih untuk tidak melanjutkan kerja sama tersebut.

“Coach Agus melihat energi masyarakat sangat besar kepada Coach Aji Santoso, harapannya juga begitu besar ke Coach Aji. Jadi, Coach Agus memutuskan agar Coach Aji saja yang menjadi pelatih kepala PSPS,” ujar Miftakhul kepada RiauOnline, Senin 13 Oktober 2025.

Miftakhul menambahkan, manajemen sempat menawarkan posisi lain kepada Agus Sugeng, seperti asisten pelatih atau direktur teknik. Namun, tawaran tersebut juga ditolak dengan alasan profesional.

"Kami sudah menawarkan agar Coach Agus tetap bergabung, tapi beliau tidak berkenan karena melihat sisi positif dan besarnya harapan masyarakat kepada Coach Aji,” ujarnya.

Lebih lanjut, Miftakhul mengungkapkan bahwa meski belum menandatangani kontrak resmi dengan PSPS, nama Agus Sugeng sebenarnya telah didaftarkan ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai bagian dari tim kepelatihan.

“Tawaran awal kami adalah kolaborasi, tapi Coach Agus memilih mundur dengan sikap yang sangat profesional,” tutupnya.