26 Tahun Biznet: Ekspansi Internet di Riau, Siapkan AI Center dan Kabel Laut

HUT-Biznet.jpg
Regional Manager Biznet Riau-Sumbar, Della Charina bersama Dedi Riyanto sebagai, AVP Territory Sumatera, media gathering bersama awak media di Hotel Aryaduta, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Kamis, 15 Oktober 2026 (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Memasuki usia ke-26 tahun, perusahaan infrastruktur digital Biznet terus memperkuat ekspansi jaringan internet di Indonesia, termasuk di Provinsi Riau. Khusus di Kota Pekanbaru, Biznet menargetkan pertumbuhan pelanggan hingga 30 persen sampai akhir 2026.

Target tersebut disampaikan Regional Manager Biznet Riau-Sumbar, Della Charina bersama Dedi Riyanto sebagai, AVP Territory Sumatera, dalam media gathering bersama sejumlah awak media di Hotel Aryaduta, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Biznet, Kamis, 15 Oktober 2026.

Della mengatakan, perusahaan terus mengembangkan infrastruktur jaringan internet untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan kualitas konektivitas bagi masyarakat.

"Di usia 26 tahun ini, tentunya sudah banyak yang kita lewatkan. Sudah banyak juga perjalanan pertumbuhan kita selama ini dalam membangun infrastruktur jaringan internet, khususnya di Indonesia,” kata Della.

Ia menjelaskan, salah satu tujuan pengembangan jaringan tersebut adalah mendorong pemerataan kualitas internet di berbagai wilayah Indonesia. Dengan demikian, kesenjangan digital antara satu daerah dan daerah lainnya diharapkan semakin berkurang.

"Harapan kita ke depannya tentunya adalah pemerataan kualitas jaringan internet yang merata di seluruh Indonesia, sehingga kita memang menuju untuk menghilangkan gap digital itu. Jadi, internet di seluruh Indonesia kualitasnya bisa sama," ujar Della.

Della mengungkapkan, Biznet tengah melakukan ekspansi jaringan secara masif sepanjang 2026, terutama di sejumlah kota dan kabupaten di Provinsi Riau.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan penetrasi pasar. Perusahaan juga menargetkan pertumbuhan pelanggan yang lebih tinggi hingga penghujung tahun ini.

"Untuk Pekanbaru sendiri, tentunya kita juga sedang melakukan ekspansi masif di tahun ini di hampir seluruh kota dan kabupaten di Provinsi Riau khususnya. Target kita tentunya untuk mencapai pertumbuhan pelanggan itu hingga 30 persen sampai akhir tahun ini," jelasnya.

Berdasarkan data yang disampaikan Della, Biznet memiliki jangkauan sekitar 25.000 homepass di Pekanbaru. Dari jumlah tersebut, penetrasi pelanggan hingga Oktober 2026 telah mencapai sekitar 15 persen.

Homepass merupakan jumlah rumah atau lokasi yang telah terjangkau jaringan dan berpotensi mendapatkan layanan internet.

"Pertumbuhan pelanggan kita dari 25.000 homepass yang kita miliki di Pekanbaru, penetrasi kita sudah mencapai di angka 15 persen. Dan target kita, ya kita akan terus ingin menggarap pasar tentunya hingga target akhir tahun itu di 30 persen," jelasnya.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya Biznet untuk memperluas pemanfaatan layanan internet seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas masyarakat, baik untuk aktivitas rumah tangga maupun kegiatan bisnis.

Della menegaskan, selain melakukan ekspansi, Biznet juga berupaya menjaga kepuasan pelanggan melalui layanan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

"Fokus kita yang utama adalah membuat customer happy sesuai dengan tagline kita, yaitu ‘Pakai Biznet Tenang, Senang, dan Menang’," terangnya.



Dalam rangka perayaan HUT ke-26, Biznet juga menghadirkan sejumlah program promosi bagi pelanggan pada Oktober 2026.

Della menyampaikan, salah satu program yang ditawarkan adalah gratis biaya instalasi awal serta peningkatan kapasitas bandwidth menjadi 100 Mbps untuk seluruh layanan Biznet Home selama periode promo.

"Untuk bulan ini kita memiliki promo, yaitu gratis instalasi pemasangan di awal dan juga bandwidth-nya kita upgrade di 100 Mbps untuk di semua layanan Biznet Home,” jelasnya.

Selain peningkatan bandwidth, Biznet juga menghadirkan program Biznet Prize Vaganza yang memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk mendapatkan berbagai hadiah menarik.

Program tersebut ditujukan bagi pelanggan baru maupun pelanggan eksisting Biznet Home dan Biznet Metronet untuk segmen bisnis. Hadiah yang ditawarkan meliputi emas, PlayStation 5, iPad, Apple Watch, hingga kesempatan menginap di hotel AYANA.

Dalam keterangan perusahaan, hadiah Biznet Prize Vaganza juga mencakup merchandise eksklusif Biznet, MacBook Neo, voucher menginap di Rimba by AYANA Bali, serta hadiah utama berupa emas dengan berat 10 gram, 25 gram, dan 100 gram.

"Program tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi perusahaan kepada pelanggan yang telah menggunakan layanan Biznet," pungkasnya.

Di tingkat nasional, pengembangan Biznet tidak hanya berfokus pada perluasan jaringan internet, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur digital untuk mendukung kebutuhan komputasi dan pengolahan data yang terus berkembang.

Biznet menyampaikan bahwa perusahaan terus memperkuat investasi teknologi, termasuk melalui pengoperasian Biznet AI Center di Bali dan pengembangan jaringan kabel serat optik bawah laut.

President Director Biznet, Adi Kusma, mengatakan perkembangan teknologi telah mendorong kebutuhan infrastruktur digital yang tidak lagi terbatas pada konektivitas internet, tetapi juga membutuhkan kapasitas komputasi yang lebih besar.

"Selama 26 tahun mendukung transformasi digital Indonesia, dalam perjalanannya, kami terus berupaya untuk dapat menjawab kebutuhan masyarakat digital".

"Kami memahami betul bahwa saat ini kebutuhan digital tidak terbatas pada konektivitas semata, namun juga kapasitas besar untuk mengakselerasi segala kegiatan komputasi dan pengolahan data yang lebih besar untuk mendukung implementasi AI yang sedang berkembang saat ini," kata Adi.

Biznet AI Center di Bali disebut sebagai AI-Ready Data Center pertama milik perusahaan. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Data center tersebut memiliki kapasitas daya hingga 145 kW per rak dan dilengkapi teknologi pendingin cairan atau liquid cooling. Fasilitas ini juga mencakup laboratorium pengembangan AI.

Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan pelanggan terhadap pengolahan data dan komputasi berkapasitas besar seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Selain memperkuat infrastruktur data center, Biznet juga menyiapkan pengembangan jaringan kabel serat optik bawah laut melalui proyek Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2).

Proyek tersebut direncanakan menghubungkan Surabaya di Pulau Jawa, Banjarmasin di Kalimantan, Sumenep di Madura, serta Buleleng di Bali.

BNCS-2 merupakan pengembangan lanjutan dari Biznet Nusantara Cable System (BNCS), jaringan kabel bawah laut yang telah dibangun, dimiliki, dan dioperasikan Biznet sejak 2024.

Menurut Adi, pengembangan jaringan kabel laut tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan sekaligus memperluas pemerataan akses internet.

"Kami percaya bahwa membangun jaringan bukan hanya tentang menghubungkan satu titik wilayah dengan wilayah lainnya. Karena itu, infrastruktur yang kami bangun seperti Biznet Nusantara Cable System ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman layanan yang lebih optimal bagi pelanggan serta membuka lebih banyak peluang dan kesempatan di era digital saat ini,” ujarnya.

Secara nasional, Biznet menyebut jaringannya telah menjangkau lebih dari 200 kota dan kabupaten di Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Bangka, Batam, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores.

Jaringan tersebut didukung lebih dari 3 juta homepass serta lebih dari 300 kantor cabang untuk mendukung pelayanan kepada pelanggan di berbagai wilayah.

Komitmen Biznet untuk mengurangi kesenjangan digital juga diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Pada 2026, perusahaan memberikan layanan internet gratis kepada lebih dari 300 kepala keluarga di sekitar lokasi Biznet MarinePOP, yakni tempat pendaratan kabel bawah laut milik Biznet.

Program tersebut menjangkau masyarakat di Kabupaten Jembrana, Kabupaten Serang, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Gresik.

Adi mengatakan, akses internet diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pelanggan, tetapi juga membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk mengakses informasi, belajar, bekerja, dan mengembangkan kemampuan di era digital.

"Bagi kami konektivitas bukan hanya tentang menyediakan akses internet, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, mendapatkan informasi, dan berkembang di era digital saat ini," pungkasnya.