RIAU ONLINE, PEKANBARU - Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional Kota Pekanbaru terus merangkak naik dalam beberapa hari terakhir. Saat ini, harga telur mencapai Rp62 ribu per papan, dipicu terganggunya pasokan dari Sumatera Barat akibat bencana alam.
Pantauan di Pasar Kodim, Kecamatan Senapelan, harga telur ukuran kecil kini dijual pedagang Rp59 ribu per papan atau 30 butir, naik dari sebelumnya Rp54 ribu. Sementara telur ayam ukuran besar melonjak menjadi Rp62 ribu per papan dari harga sebelumnya Rp60 ribu.
Para pedagang menyebut kenaikan harga ini terjadi karena pasokan telur dari Sumatera Barat berkurang signifikan. Kondisi tersebut membuat permintaan tidak sebanding dengan ketersediaan barang.
“Kenaikan harga ini karena pasokan dari Sumbar terganggu sejak bencana kemarin. Pembeli juga turun sampai 50 persen,” kata Leni, salah seorang pedagang telur di Pasar Kodim, Kamis, 11 Desember 2025.
Kenaikan harga juga terpantau di Pasar Tradisional Cik Puan. Pedagang mengaku stok telur terbatas, sehingga harga terus naik mengikuti kondisi pasokan.
“Stok dari daerah penghasil sedikit. Makanya harga naik terus,” ujar Samsu, pedagang di Pasar Cik Puan.
Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memastikan ketersediaan pasokan, sehingga harga telur kembali stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

