Banjir Sumut dan Sumbar, Pemko Pekanbaru Wajib Waspadai Kenaikan Harga Pangan

Anggota-DPRD-Kota-Pekanbaru-dari-Fraksi-Hanura-Firman.jpg
Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Hanura, Firman (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia mulai berdampak pada stabilitas harga bahan pokok di Kota Pekanbaru.

Banjir besar yang terjadi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir membuat pasokan sayur-mayur dan kebutuhan harian ke Riau ikut terganggu. Kondisi ini menyebabkan kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional.

Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Hanura, Firman menyoroti langsung persoalan tersebut. Ia menyebut kenaikan harga sayuran dan komoditas lain tidak dapat dihindari karena dua daerah pemasok utama, yakni Sumut dan Sumbar, sedang dilanda bencana hidrometeorologi yang menyebabkan akses logistik terganggu.

“Banyak daerah sekarang dilanda cuaca ekstrem. Ada hujan badai, ada banjir, terutama di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Dampaknya langsung terasa di Pekanbaru karena pasokan sayur dari dua daerah itu berkurang, sehingga harga-harga ikut naik,” ujarnya, Kamis 27 November 2025.

Firman mengatakan kondisi ini harus segera direspons pemerintah agar lonjakan harga tidak semakin tinggi.


Ia meminta pemerintah pusat maupun daerah untuk membuka jalur distribusi bantuan kebutuhan pokok dari wilayah lain, termasuk dari Jawa, yang merupakan salah satu kawasan penghasil komoditas pertanian terbesar di Indonesia.

“Kalau bisa, pemerintah segera membantu suplai bahan pokok dari daerah Jawa ke wilayah Sumatera bagian tengah, terutama ke Riau. Ini penting agar harga tidak melonjak terus di pasaran,” tegasnya.

Selain penanganan jangka pendek terkait distribusi, Firman juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah. Ia mendorong pemerintah pusat untuk mengakselerasi program swasembada pangan dan menerjemahkannya ke tingkat kota, termasuk di Pekanbaru.

“Harapan kita, program swasembada pangan yang digalakkan pemerintah pusat bisa benar-benar diterapkan di daerah, termasuk Pekanbaru. Dengan begitu, kita tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar,” katanya.

Firman menambahkan kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa periode ke depan, sehingga antisipasi harus disiapkan secara matang. Ia meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk pelaku distribusi dan pengawasan pasar.

“Kita perlu antisipasi lebih awal karena cuaca ekstrem ini berpotensi terus terjadi. Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena harga kebutuhan pokok tidak terkendali,” tutupnya.