RIAU ONLINE, PEKANBARU – Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional Kota Pekanbaru mulai menunjukkan penurunan setelah sempat melambung tinggi. Meski telah turun, komoditas ini masih berada di atas harga normal sehingga membuat sebagian konsumen beralih ke cabai hijau.
Pantauan di Pasar Tradisional Agus Salim, Pekanbaru, Jumat, 14 November 2025, harga cabai merah asal Bukittinggi kini dijual pedagang Rp80 ribu per kilogram, turun dari harga sebelumnya Rp100 ribu per kilogram.
Sementara cabai merah asal Jawa dan Medan yang sebelumnya berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp65 ribu per kilogram.
Pedagang menyebut penurunan harga mulai terjadi sejak tiga hari lalu. Namun, menurut mereka, harga tersebut masih terbilang tinggi karena harga normal cabai merah biasanya berkisar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
Kondisi harga yang masih mahal itu membuat permintaan cabai hijau meningkat signifikan. Saat ini cabai hijau dijual Rp40 ribu per kilogram dan diminati lebih banyak konsumen.
“Sekarang banyak yang beralih ke cabai hijau. Naiknya bisa sampai 50 persen karena cabai merah masih mahal,” ujar Yolanda, salah satu pedagang di Pasar Agus Salim.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyebut tingginya harga cabai merah menjadi salah satu faktor pemicu inflasi di Riau beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dipicu oleh menurunnya pasokan dari daerah pemasok utama seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara yang mengalami gagal panen.
Ia memprediksi pasokan cabai akan kembali normal menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang diharapkan dapat menstabilkan harga di pasaran.

