Fokus Ornop Pernah Kritisi BAZNas, Tapi Rapat kok Tak Datang?

Rapat-bersama-DPRD-dan-BAZNas-Inhil.jpg
(Dedy Purwadi)

Laporan: DEDY PURWADI

RIAU ONLINE, TEMBILAHAN - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil) Maryanto, sesalkan Forum Komunikasi Organisasi Non Pemerintah (Fokus Ornop) tak hadiri rapat tindak lanjut surat pendistribusian kemasyarakatan, Senin, 9 Oktober 2017 di Aula Banggar, DPRD Inhil, Jalan Soebrantas, Tembilahan.

Padahal, Fokus Ornop Kabupaten Indragiri Hilir beberapa waktu yang lalu, mengkritisi pendistribusian zakat yang dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indragiri Hilir. Dimana, merak menilai sejak lebaran Idul Fitri 1438 H, zakat yang menjadi hak masyarakat miskin belum juga tersalurkan.

Baca Juga!

Gelar Gemar Siak Berzakat, BAZNAS Kumpulkan Rp 152 Juta Dalam 30 Menit

Bupati Wardan Minta Perusahaan Di Inhil Tiru Bank Riau Kepri Salurkan CSR

"Harusnya Fokus Ornop hari ini datang !!!," tegas Maryanto.

Sehingga, permasalahan pendistribusian dana umat yang menjadi polemik di Inhil ini bisa segera terselesaikan.

Sementara itu, hadir dalam rapat Ketua Komisi IV, Ustadz Sumardi, Sekertaris Komisi IV Herwanissitas, anggota Komisi IV, Wakil Ketua DPRD Inhil H Maryanto dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas) Kabupaten Inhil.

Tanpa basa-basi, DPRD Inhil langsung bertanya ke BAZNas. "Apa benar sampai sekarang seperti di surat ini tidak diserahkan ?," tanyanya.

Ketua Komisi IV DPRD Inhil Uatadz Sumardi yang di dampingi Sekertaris Komisi IV Herwanissitas dan anggota juga menanyakan, bagaimana penyaluran dana Zakat BAZNas Inhil sejauh ini.

Ketua BAZNas Inhil melalui Kepala Bidang Administrasi Sumber Daya Manusia (SDM) Firmansyah mengatakan, BAZNas Inhil di Lantik 11 April 2017 yang diketuai oleh Yunus Hasby.

"Terkait surat disampaikan Fokus Ornop yaitu ada dua pada 22 September dan 2 Oktober 2017," ujarnya

"Prihal klarifikasi isi surat, kata dia, yang diberitakan di media tentang polemik dengan masyarakat. Bahwa Fokus Ornop semacam mempertahankan penyaluran pendistribusian BAZNas yang tidak sampai kepada masyarakat. Sebenarnya ini hanya keterlambatan kami (BAZNas Inhil) bukan disengaja dan surat itu sudah di balas tanggal 6 Oktober 2017 kemarin.Kami tembuskan ke Kementerian Agama (Kemenag) Inhil dan Kantor Bupati," jelas Firmansyah

Lebih lanjut dijelaskannya, di dalam perjalanan beberapa bulan hingga Oktober 2017, BAZNas Inhil telah melakukan
kegiatan terkait pendistribusian BAZNas.

"Membantu bencana longsor di Kecamatan Tanah Merah, penyaluran Zakat di daerah-daerah seperti di kecamatan Pulau Burung, Mandah, Kateman dan Kemuning, sudah kami lakukan itu, untuk duafa, fakir miskin becana kebakaran juga kami laksanakan," ungkapnya.

Kemudian, lanjutnya, persoalan dari Fokus Ornop bahwa data yang mereka berikan katanya, duafa fakir miskin yang
melapor ke BAZNas belum didistribusikan, kami menjelang Idul Fitri kemarin sudah merencanakan mendistribusikan itu. Kendalanya karna data masuk ke BAZNas sangat bertubi-tubi, datang dari RT, RW, hingga Lurah. Akhirnya kami harus mengklarifikasi," imbuhnya.

"Karena, ulasnya, data itu dari umur yang 20 ke atas hingga 80 tahun. Jadi mereka yang datang bukan hanya kategori miskin lagi, karana saya masih ingat ibu-ibu tahun lahir 1993. Masih bening-bening," tambahnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id