(Video) Tukang Jagal dari Bengkalis Mutilasi Korban Hingga 13 Bagian

Harianto-Pelaku-Mutilasi-13-Bagian.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Harianto (31), pelaku mutilasi Bayu Santoso (27), akhirnya tiba di Pekanbaru, Kamis, 30 Maret 2017, pukul 18.05 WIB, di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dengan menumpang pesawat Lion Air JT 294 dari Jakarta.

Pantauan RIAUONLINE.CO.ID, pelaku mengenakan celana sebatas lutut dan mengenakan baju berkerah warna hitam serta topi hitam dikawal ketat beberapa polisi berpakaian preman dari Unit Reskrim Polresta Bengkalis hanya menunduk saat digelandang ke kendaraannya.

Tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut pelaku ketika media menanyakan perilakunya menghabisi nyawa korban dengan cara memotong-motong, mutilasi hingga menjadi 13 bagian.

Baca Juga: Tega Mutilasi Korban Jadi 13 Bagian, Mungkinkah Pelaku Seorang Psikopat?

Sebelum keluar dari pintu kedatangan domestik, ia beserta polisi yang mengawalnya sepertinya sudah mengetahui akan keberadaa media, sehingga bergegas kekendaraan sebelumnya telah dipersiapkan.

Kasat Reskrim Polresta Bengkalis, AKP Noak Aritonang, juga ikut mengawal pelaku, mengatakan, pelaku diringkus tanpa ada kendala berarti. "Tidak, sejauh ini tidak ada kendala," katanya di Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Beberapa langkah berjalan, akhirnya pelaku mutilasi ini langsung dimasukkan ke kendaraan roda 4 berwarna hitam dengan duduk di bagian belakang kendaraan. Rencananya pelaku akan langsung digelandang ke Polres Bengkalis guna pengembangan lebih lanjut.

 

Kapolres Bengkalis, AKBP Hadi Wicaksono mengungkapkan secara detail siapa-siapa saja para pelaku yang telah menewaskan Bayu Santoso (27), hingga ditemukan terpotong-potong secara tidak manusiawi di dalam koper tiga hari sesudah kejadian, Senin, 27 Maret 2017, di Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rupat Utara, Bengkalis.

Dari pengembangan dilakukan terhadap pelaku, Harianto (31), usai melakukan aksinya kabur ke Jakarta, didapat dua tersangka pembunuh lainnya. Satu di antaranya saksi yang melaporkan kejadian ini ke Polisi dengan inisial AN, sebelumnya sempat melarikan diri ke hutan selama tiga hari.

"Untuk sementara dari keterangan dua orang sudah diamanan, AN dan Harianto, kemungkinan para pelakunya ada tiga orang. Dua pengekseusi dan satu memegang korbannya. Jadi di sini tiga orang terlibat," katanya di Polda Riau.

Sebelum menghabisi nyawa korbannya, Harianto. AN dan satu rekannya AA berbincang-bincang mengenai tingkah laku Bayu Santoso di dalam ruko tempat menghabisi nyawa korbannya.

Harianto bercerita tentang pekerjaan dilakukan korban tidak kunjung selesai, sementara AN dan AA, takut kejahatan pernah lakukan terbongkar oleh Bayu Santoso.

Klik Juga: Polres Bengkalis Ungkap Pelaku Mutilasi Di Bengkalis

"Dari pengkauan pelakunya, motif menghabisi nyawa korbannya masih simpang siur. Ada indikasi Harianto terhadap korbannya pernah menerima uang untuk memperbaiki karpet biliar, uang diterima, namun karpet belum juga dipasang. Sementara dua pelaku lainnya, ada indikasi korban akan melakukan pengaduan karena tindak pidana pernah dilakukan para pelaku diketahuinnya," kata Kapolres Bengkalis.

Usai berbincang, korban pun datang. Mereka berinisiatif memberikan teguran kepada korban, namun teguran diberikan berbuah malapetaka bagi korban sendiri.

Ia disekap di kamar mandi dan korban tewas merenggang nyawa dengan beberapa luka tusukan mengenai jantung dan paru-paru.

"Usai dibunuh, AN dan AA panik melarikan diri meninggalkan korban yang sudah bersimbah darah. Sementara Harianto mengetahui rekan-rekannya kabur berinisiatif sama kabur membawa serta anaknya," tandasnya.

Sebelum kabur, Harianto memutilasi korbannya menjadi 13 bagian dan memasukkannya ke dalam koper dan disimpan di dalam drum bekas tampungan minyak bekas.

"Untuk ganjarannya, tersangka dapat dikerat Pasal 340 jo 170 ayat 2 KUHP, maksimal kurungan pidana seumur hidup. Nanti untuk rekannya setelah terumpul semua kita pecah-pecah lagi pasal apa yang akan kita sangkakan," tutupnya.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline