Siaga Darurat Karlahut, Bupati Bengkalis Peringatkan Perusahaan

pemadaman-karhutla.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/HUMAS POLDA RIAU)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Usai Bengkalis menetapkan status menjadi Siaga Darurat Karlahut, Bupati Bengkalis, Amril Mukminin mengatakan telah mengerahkan seluruh komponen yang ada di Kabupaten Bengkalis untuk menghadapi masalah kebakaran lahan dan hutan yang ada di Kabupaten Bengkalis.

 

"Kita sudah menginstruksikan kepada BPBD, damkar, dan juga sudah berkoordinasi dengan seluruh masyarakat dan bersinergi dengan TNI dan Polri serta masyarakat peduli api untuk mengatasi kebakaran, terutama pencegahannya di seluruh wilayah desa dan kecamatan yang ada di Bengkalis," ujar Amril kepada RIAUONLINE.CO.ID, saat menghadiri kunjungan kerja Menko Polhukam di Hotel Labersa, Rabu (2/3/2016).

 

Menurut Bupati yang belum genap sebulan dilantik ini, sudah 167 personel yang sudah dikerahkan di seluruh kecamatan dan desa untuk melakukan kegiatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan (karlahut). Sebab, menurutnya penjagaan merupakan langkah yang harus dilakukan agar kebakaran tidak terjadi.

(BACA JUGA: 3 Tersangka Pembakar Lahan di Bengkalis Ditahan, 1 Masih Buronan)

 

"Titik api yang ada di Bengkalis ini bukan cuma dari masyarakat kita sendiri saja, tapi juga ada dari perusahaan yang beroperasi di sana. Ada banyak lahan kosong di masyarakat yang jauh dari pemukiman. Jadi, untuk itu kita minta daerah tersebut untuk dipantau," jelasnya.

 

Selain itu, untuk mengefektifkan upaya pencegahan masalah Karlahut ini, Amril mengatakan telah bekerjasama dengan perusahaan yang beroperasi di Bengkalis. Sebab menurutnya, perusahaan banyak memiliki lahan konsesi yang dikelolanya.

 

"Kita meminta dan menghimbau kepada mereka untuk mengontrol kawasan disekitar mereka. Selain itu, mereka juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan membantu pada lahan yang berada diluar kawasan konsesi perusahaannya. Mereka juga harus bantu pencegahan itu," tegas Amril.

(KLIK JUGA: Baru Dua Bulan Sudah Terbakar 222,5 Ha di Riau)

 

Bupati Amril mengaku dirinya telah melakukan instruksi pada semua perusahaan dan memberikan peringatan kepada perusahaan akan memberikan sanksi jika ketahuan lahan perusahaan terbakar.

 

"Kita sudah instruksikan kepada mereka supaya bekerjasama untuk mencegah ini. Jangan terjadi pembiaran walaupun bukan ulah mereka, kita harus bersama menanggulangi ini, karena kita juga sama-sama tahu bahaya dampak dari kebakaran ini. Selain buruk untuk kesehatan, juga akan berdampak kepada masalah hukum tentunya," tegasnya.

(LIHAT JUGA: Bupati Bengkalis: Ada Petinggi Perusahaan Jadi Tersangka Pembakaran Lahan)

 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)Statisiun Pekanbaru mengatakan, pagi ini Satelit Terra dan Aqua Modis mendeteksi 23 titik panas di Pulau Sumatera. Riau menyumbang 18 titik panas yang berpotensi menjadi titik api.

 

Silakan ikuti berita kebakaran hutan dan lahan dengan klik di sini

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline