Bocor, Limbah PKS PT ASMJ di Kuansing Diduga Bikin Ikan Mati di Sungai Jake

Pabrik-kelapa-sawit2.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Diduga bocor limbah Pabrik Kepala Sawit (PKS) PT Asia Sawit Makmur Jaya (ASMJ) yang beroperasi di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah cemari sungai di desa Jake, Senin, 26 Oktober 2020 pagi.

Warga sempat mengabadikan kondisi sungai Jake yang tercemar dan terdapat banyak ikan yang mati diduga akibat air limbah perusahaan tersebut.

"Dapat laporan dari warga kita (DLH,red) langsung turun kelokasi," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kuansing, Rustam, Selasa, 27 Oktober 2020.

Kejadian dugaan kebocoran limbah PKS PT ASMJ tersebut, katanya terjadi pada Senin pagi dan siangnya tim langsung turun mengambil sampel kelapangan.

"Sampel sekarang sudah dibawa ke Pekanbaru, kita tunggu hasilnya," kata Rustam.

Sementara Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, DLH Kuansing, Ermi Johan mengatakan, dari hasil turun lapangan Senin siang kemarin memang ada bekas dugaan kebocoran limbah pabrik PT ASMJ.

"Saat kami turun sudah diperbaiki, kan kejadianya pagi, kita sampai di lokasi pada siang karena ada acara di Hulu Kuantan," kata Ermi, Selasa sore kemarin.

Dari keterangan warga, kata Ermi, memang banyak ditemukan ikan mati di aliran sungai tidak jauh dari PKS PT ASMJ tersebut.

"Sampel ikan dan air sudah kita bawa ke Pekanbaru untuk diuji," katanya.

Hanya saja, kata Ermi, saat sampel ikan dan air dibawa ke labor di Pekanbaru hasilnya lambat keluar.

"Kata pihak labor hasil baru bisa keluar satu bulan, dan mereka minta kita menguji sampel ini di labor swasta," katanya.

Setelah dihubungi labor swasta, kata Ermi, kata mereka hasil sampel air ini baru bisa keluar dua bulan.

"Lebih lama lagi, padahal kita ingin hasilnya cepat bisa diketahui," katanya.

Seandainya terbukti limbah ini bocor ke sungai, sanksinya, kata Ermi akan diberikan teguran oleh pemerintah.

"Karena kasus lingungan ini dianjurkan diselesaikan di luar pengadilan," katanya.

Limbah yang diduga bocor tersebut, kata Ermi berasal dari kolam Ipal milik PT ASMJ.

"Selain dari DLH, warga dan polisi serta pihak perusahaan kemarin juga ikut turun," katanya.