Fraksi PDIP Pertanyakan Ketidakhadiran Fraksi PAN di Sidang Paripurna DPRD Kuansing

paripurna-kuansing.jpg
(robi)

Laporan: ROBI SUSANTO

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Ketidakhadiran Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuansing dalam rapat paripurna agenda jawaban pemerintah, Selasa kemarin dipertanyakan Fraksi PDIP DPRD Kuansing, Rabu, 8 Juli 2020.

Tidak hadirnya anggota Fraksi PAN pada rapat paripurna agenda jawaban pemerintah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Tahun 2019 membuat kursi bagian belakang kosong tidak terisi. Fraksi PAN memiliki empat kursi di DPRD Kuansing, namun tidak satupun yang hadir saat paripurna Selasa kemarin.

Ketidakhadiran Fraksi PAN saat paripurna pada Selasa kemarin, dipertanyakan Ketua Fraksi PDIP DPRD Kuansing Satria Mandala Putra pada rapat paripurna agenda penyampaian rekomendasi akhir DPRD Kuansing terkait LKPj Bupati Kuansing tahun 2019 digelar Rabu, 8 Juli 2020.

Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kuansing Zulhendri langsung terhenti saat Satria melakukan interupsi. Dia mempertanyakan saat paripurna jawaban pemerintah kenapa tidak ada seorang pun anggota dari Fraksi PAN menghadiri rapat paripurna.

"Ini adalah keputusan lembaga kita ingin mendengar sikap atau klarifikasi dari Fraksi PAN terhadap ketidakhadiran saat paripurna kemarin. Apakah mereka walk out atau lain sebagainya," kata politisi termuda di DPRD Kuansing berasal dari Kecamatan Hulu Kuantan ini.

Zulhendri selaku pimpinan rapat paripurna mengatakan, sesuai kesepakatan pimpinan sudah memanggil Badan Kehormatan (BK). "BK akan bekerja dan akan memanggil Fraksi PAN, jadi sudah ditindaklanjuti," ujar Zulhendri.

Interupsi kembali datang, kali ini dari Ketua Fraksi Nasdem Muslim. Dia meminta harus ada penjelasan dari Fraksi PAN atas ketidakhadiran saat paripurna kemarin. "Pak Bupati saja tidak hadir kita minta beliau klarifikasi, masa Fraksi PAN tidak hadir kita juga harus minta klarifikasi," kata politisi Nasdem ini.

Mendengar saran tersebut, Zulhendri mempersilahkan kepada Fraksi PAN untuk menyampaikan klarifikasi dalam rapat paripurna. "Kepada jubir atau ketua fraksi kami persilahkan," kata Zulhendri.

Maspar Mahmur selaku juru bicara fraksi PAN memberi penjelasan alasan kenapa fraksinya tidak hadir saat rapat paripurna kemarin. Pertama, dijelaskannya, pada paripurna Selasa dan hari Jumat sebelumnya juga ada paripurna dan telah ditetapkan jadwal paripurna penyampaian jawaban pemerintah dan sudah final.

Namun pada paripurna yang kedua semalam terjadi interupsi dari berbagai fraksi atau individu dari anggota DPRD terhormat. Menurutnya, interupsi datang dari anggota yang tidak hadir pada penetapan jadwal paripurna yang telah ditetapkan.

Dilanjutkan Maspar, atas dasar itu fraksi PAN tidak menghadiri rapat paripurna kemarin (Selasa,red). Karena menurutnya, lembaga ini telah menetapkan bahwa jadwal paripurna penyampaian jawaban pemerintah terhadap pandangan umum fraksi telah final dan ketuk palu oleh ketua.

Tetapi, katanya, setelah itu dibuka kembali oleh orang-orang anggota DPRD yang tidak hadir duduk bersama yang telah menetapkan jadwal paripurna yang telah ditetapkan.

"Maka kami pada hari semalam anggota fraksi PAN memilih walk out tidak hadir untuk mengikuti paripurna," pungkasnya.

Usai mendengar penjelasan tersebut, Zulhendri kembali mengambil alih rapat paripurna. "Baik nanti BK akan bekerja dan memberikan laporan ke pimpinan dan akan kita sampaikan kepada anggota Dewan, sekarang kita lanjutkan acara kita," kata Zulhendri.

Namun Maspar kembali interupsi, dikatakannya, "Kalau seandainya kehadiran kami beranjak dari ketidakhadiran semalam, kami minta kepada forum kalau ada aturan kami tidak hadir dalam kesempatan ini dengan legowo kami akan keluar dari sidang paripurna."

Mendengar hal tersebut, Zulhendri selaku pimpinan rapat menegaskan tidak ada masalah acara tetap dilanjutkan. "Baik tidak ada masalah acara kita lanjutkan," katanya.