Tiga Warga Positif Covid-19, Puskesmas Beringin Jaya Kuansing Tutup Sementara

Positif-Corona.jpg
(istimewa)

Laporan: ROBI SUSANTO 

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Adanya tiga warga, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuansing, Riau positif virus corona (Covid-19) membuat layanan di Puskesmas Beringin Jaya untuk sementara dihentikan sampai batas waktu belum ditentukan.

Pelayanan kesehatan bagi warga sekitar dialihkan ke Puskesmas Sungai Buluh dan Puskesmas Koto Baru. "Untuk sementara waktu menutup Puskesmas Beringin Jaya sampai batas waktu yang ditentukan," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kuansing, Agusmandar melalui keterangan resminya di grup whatshapp gugus tugas diterima, Sabtu, 13 Juni 2020.

Bagi warga Sukamaju dan Beringin Jaya yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan bisa mengunjungi Puskesmas Sungai Buluh dan Puskesmas Koto Baru.

"Kepada warga Desa Suka Maju dan Beringin Jaya dipersilahkan untuk pelayanan kesehatan ke Puskesmas Sungai Buluh dan Puskesmas Koto Baru," kata Agusmandar.

Ditutupnya pelayanan kesehatan di Puskesmas Beringin Jaya menindaklanjuti adanya kasus positif di wilayah tersebut. Kasus pertama datang dari TJM (40) warga Batam berkunjung ke Kuansing dan sempat tinggal dua bulan di daerah tersebut dan tiga kali ke Puskesmas tersebut.

Kemudian hasil rilis Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau terdapat tiga warga Kuansing terkonfirmasi Positif Covid-19 yakni Tn GH (45), Tn RS (45), Ny RM (42) merupakan warga Kecamatan Singingi Hilir. Ketiganya tertular diduga pernah kontak langsung dengan TJM (40) yang kemarin sudah dinyatakan sembuh.

Diberitakan sebelumnya, TJM (40) perempuan asal Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang dinyatakan Positif Covid-19 sempat tiga kali mendatangi salah satu Puskesmas di Kabupaten Kuansing. .

"Dia ada berobat, ada tiga kali ke Puskesmas dan berobat sekali," kata Kepala Puskesmas Beringin Jaya, Kecamatan Singingi Hilir, Yuni Suprihatin, Jumat, 12 Juni 2020.

Kemudian, TJM juga pernah datang ke Puskesmas minta surat keterangan perjalanan. "Habis tu ada lagi datang minta rapid test," kata Yuni.