Bulan Ini Kasus DBD di Kuansing Nihil

Nyamuk-Aedes-Aegypti.jpg
(Istimewa)

Laporan: ROBI SUSANTO 

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Dalam bulan ini, Mei 2020 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kuansing, Riau mengalami penurunan. Selama bulan Mei belum ada laporan diterima Dinas Kesehatan Kuansing adanya warga yang terkena DBD.

"Dalam bulan ini tidak ada laporan dari Puskesmas, berarti tidak ada kasus baru," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kuansing melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Kuansing, Jumardi, Sabtu, 30 Mei 2020.

Menurut Jumardi, walaupun tidak ada ditemukan kasus baru setiap Puskesmas tetap wajib menyampaikan laporan kepada Diskes Kuansing.

"Kalau tidak ada kasus laporan tetap disampaikan. Bulan ini belum ada Puskesmas melaporkan," ungkapnya.

Begitu juga dengan RSUD Teluk Kuantan, kata Jumardi, mereka juga wajib melaporkan apabila ada kasus DBD dirawat di RSUD Teluk Kuantan.

"RSUD juga wajib melaporkan kalau ada kasus DBD yang dirawat, tapi biasanya kita yang selalu jemput bola ke sana," katanya.

Sejak Januari - April 2020 jumlah kasus DBD di Kuansing mencapai 180 kasus dan dua meninggal dunia. Meskipun tidak ada kasus baru bulan Mei ini, namun Jumardi tetap mengingatkan masyarakat tetap waspada akan DBD.

Caranya dengan mengoptimalkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan mengubur, menutup dan menimbun (3M) barang-barang bekas.

Jumardi juga mengajak masyarakat untuk selalu giat melakukan gotong royong membersihkan tempat penampungan air dan menutup tempat penampungan air supaya nyamuk tidak lagi bisa bersarang disana.

Disampaikan Jumardi, setiap ada kasus baru biasanya Puskesmas akan turun melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) untuk menetapkan warga tersebut positif DBD.

"Kalau ditemukan jentik di sekitar rumah maka warga tersebut positif DBD. Kalau memang tidak ada maka akan ditelusuri tiga bulan terakhir ini ke mana, kadang mereka terjangkit saat keluar daerah atau pulang ke tempat asal," katanya.