Dinas Kesehatan Selidiki Epidemiologi Demam Berdarah di Desa Bukit Pedusunan

ILUSTRASI-NYAMUK.jpg
(INTERNET)

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Dinas Kesehatan Provinsi Riau pada Kamis, 12 Maret 2020 akan turun ke Desa Bukit Pedusunan, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kegiatan PE ini dilakukan setelah mendapatkan laporan adanya 20 rumah di Desa Bukit Pedusunan positif jentik. Sebelumnya di Desa ini juga terdapat 4 warga yang positif terserang oleh Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Mungkin secara kebetulan Desa Bukit Pedusunan dipilih untuk kegiatan penyelidikan epidemiologi," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kuansing melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Jumardi dihubungi Riau Online, Senin, 9 Maret 2020.

Jumardi mengatakan, awal tahun ini kasus DBD di Kuansing memang cukup tinggi. Mulai awal Januari lalu sampai akhir Februari 2020 jumlah kasus DBD di Kuansing sudah mencapai 126 kasus.

"Januari 91 kasus ditambah Februari 35 kasus, totalnya 126 kasus DBD. Jumlah ini belum termasuk data mulai tanggal 1-10 Maret ini," kata Jumardi.

Tahun 2019 lalu disampaikan Jumardi jumlah kasus DBD itu keseluruhan ada 246 kasus. "Penyebab masih tingginya kasus DBD di Kuansing karena lingkungan sekitar kurang bersih," katanya.

Seperti masih banyaknya ditemukan tumpukan barang bekas mulai ban, kaleng dan wadah lainnya yang menjadi tempat bertelurnya dan bersarangnya nyamuk Aedes Aegypti pembawa virus DBD ditengah pemukiman masyarakat.

Tumpukan-tumpukan barang bekas tersebut saat musim kemarau memang dalam kondisi kering, dan selama kering ini akan menjadi wadah nyamuk bertelur. Dan pada saat tiba musim hujan ratusan hingga ribuan telur nyamuk ini akan menetas dan menjadi nyamuk dewasa dan ini yang akan menyerang masyarakat sehingga muncul penyakit DBD.

"Kalau fogging ini hanya akan membunuh nyamuk dewasa, tapi yang paling efektif untuk mencegah terjadinya DBD sebaiknya melakukan pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus berupa Menguras tempat penampungan air, Mengubur barang bekas dan Menutup tempat peanmpungan air secara rutin," pungkasnya.

Dia menghimbau kepada masyarakat untuk lebih peduli lagi terhadap lingkungan terutama lingkungan tempat tinggal dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta 3M Plus.