Serapan Dana Desa Hanya 20 Persen, Kades Pulau Busuk Inuman Beralasan Banjir

ilustrasi-bumdes.jpg
(istimewa)

Laporan: ROBI SUSANTO

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Serapan penggunaan Dana Desa (DD) Tahun 2019 di Desa Pulau Busuk, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau ternyata baru mencapai 20 persen.

Akibatnya masyarakat di desa tersebut tidak dapat menikmati program pembangunan yang didanai dana desa (DD) bersumber dari APBN.

Dana yang seharusnya digunakan untuk program percepatan pembangunan tersebut tidak dapat dimanfaatkan sepenuhnya.

"Memang iya baru 20 persen," kata Mahyudin, Kepala Desa Pulau Busuk Inuman ketika dikonfirmasi RIAUONLINE.CO.ID, Senin malam, 30 Desember 2019.

Mahyudin beralasan rendahnya penyerapan dana desa (DD) tahun 2019 untuk Desa Pulau Busuk Inuman karena masalah banjir. "Banjir berulang-ulang dan kini masih banjir," katanya.

Menurutnya, apabila tetap dicairkan tapi kalau kerja tidak ada tentu akan percuma.

"Kita takut kalau dicairkan karena sering banjir di sini," katanya.

Sementara Camat Inuman Joni SP mengatakan, memang Desa Pulau Busuk ini tengah bermasalah selama dua tahun anggaran ini.

"Bukan BUMDes saja, tapi dana desa (DD) juga," kata Joni, Senin malam.

Dia mengatakan, dana desa yang seharusnya dicairkan selama tiga kali, tapi baru satu kali dicairkan oleh desa tahun ini.

"Baru sekali diambil, kedua dan ketiga tidak diambil," katanya.

Di mana proses pencairan DD ini dilakukan sebanyak tiga kali mulai 20-40-40.

"Desa Pulau Busuk ini baru satu kali pencairan, kedua dan ketiga tidak ada," kata Joni.

Sehingga serapan dana desa di desa ini paling kecil se-Kecamatan Inuman.

"Hanya satu desa ini yang serapan dana desanya masih minim," katanya.

Ia mengatakan, memang hubungan antara Kades dan BPD kurang harmonis. Namun demikian pihak kecamatan sudah mencoba malakukan mediasi dan menyelesaikannya.

"Sebenarnya masalah transparansi, terakhir kita minta agar Kades memberikan dokumen APBDes ke BPD. Karena mungkin selama ini Kades beranggapan kalau dokumen itu rahasia," katanya.

Sebelumnya Mahyudin menyampaikan kalau tidak ada alasan lain selain hanya banjir.

"Hanya banjir, tadi kita sudah coba bicarakan dengan BPD untuk menggelar Musdes, kita surati meraka (BPD,red) datang," katanya.