Ribuan Rumah di Kuansing Masih Terendam, Warga Mulai Terserang Penyakit

banjir-kuantan.jpg
(istimewa)

Laporan: ROBI SUSANTO 

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Memasuki hari kelima, banjir di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau masih merendam ribuan rumah masyarakat. Warga korban banjir mulai terserang penyakit gatal-gatal.

Banjir di Kabupaten Kuansing terjadi sejak Senin lalu dan sampai Jumat, 13 Desember 2019 masih berlangsung. Meskipun air Sungai Kuantan mulai berangsur surut, namun air masih saja menggenangi rumah masyarakat.

Sejumlah Kecamatan yang kondisinya masih terparah terdampak banjir di antaranya mulai Pangean, Kuantan Hilir Seberang, Kuantan Hilir, Inuman dan Cerenti.

Dari keterangan Camat Kuantan Hilir Seberang Akhyan Armofis banjir masih saja memutus akses menuju sejumlah desa di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang.

"Hingga kini (Jumat,red) air masih cukup tinggi merendam ruas jalan kabupaten dan membuat akses menuju ke beberapa desa sulit ditempuh," kata Akhyan, Jumat, 13 Desember 2019.

Sejumlah desa yang sulit diakses di antaranya Desa Tanjung Pisang, Pengalihan, Soriak, Pulau Baralo, Pulau Kulur, Tanjung. "Itu kondisinya parah akses menuju kesana tidak bisa lagi dilalui," katanya.

Untuk jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir katanya, datanya hampir sama dengan hari sebelumnya. Dimana hari sebelumnya jumlah KK di Kuantan Hilir Seberang yang terdampak banjir mencapai 2.160 KK.

"Kini masih 11 desa yang terendam oleh banjir. Kalau kondisi air hingga siang tadi (Jumat,red) sudah mulai surut sekitar 10 centimeter," katanya.

Air Sungai Kuantan mulai merendam sejumlah desa di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang ini terjadi sejak Senin lalu. Hingga Jumat tadi air masih saja merendam sekitar 11 desa.

"Puncaknya terjadi pada Rabu lalu, itu memang air Sungai Kuantan cepat sekali masuk dan merendam rumah-rumah yang ada di 11 desa di Kuantan Hilir Seberang," katanya.

Akhyan mengatakan, untuk bantuan sendiri Pemda sudah menyalurkan bantuan berupa beras dan mi instan,"ini untuk tanggap darurat, jumlahnya memang tidak seberapa, tapi untuk tanggap darurat sudah ada bantuan," katanya.

Sementara untuk kondisi masyarakat yang terdampak banjir sendiri katanya, kini memang tengah banyak yang terserang penyakit gatal-gatal. "Kita juga sudah dirikan posko banjir dan ada petugas kesehatan juga yang stanbay," katanya.

Selama banjir berlangsung yang sudah terjadi beberapa hari ini katanya, sejumlah masyarakat juga ada yang mengungsi menginap dirumah tetangga. "Bagi rumahnya yang tidak bertingkat itu biasanya menumpang tidur dirumah tetangga yang rumahnya bertingkat," katanya.

Korban banjir katanya, memang sebagian besar ada yang mengungsi kerumah tetangga ada ada juga yang mengungsi kerumah kerabat," ini untuk sementara jelang banjir surut," ujarnya.

Sementara laporan dari Camat Cerenti Yuhendra sudah ada sekitar 1.076 KK yang terdampak banjir. "Ada 9 desa di Cerenti yang terdampak banjir," katanya.

Banjir kata Yuhendra mulai mencapai sejumlah desa di Cerenti sekitar Rabu malam. Kini kondisi air sedikit mulai surut. "Kondisinya sekarang hanya sedikit sekali surut, 9 desa masih terendam," katanya.

Yuhendra mengatakan, ada lima desa di Cerenti yang terparah terdampak banjir diantaranya Desa Teluk Pauh, Pulau Jambu, Sikakak, Teluk Bayur, dan Tanjung Medan.

"Kondisi di lima desa ini air tadi masih bertahan," katanya.

Untuk bantuan katanya, memang sudah ada bantuan dari Pemda namun jumlahnya jauh dari yang sudah dilaporkan. Kemudian untuk posko sendiri ujarnya, sejauh ini belum ada posko khusus untuk banjir.

Kemudian di Kecamatan Kuantan Hilir air juga masih merendam sejumlah desa. "Kondisi sejumlah desa air masih merendam rumah warga ada yang setinggi lutut," ujar Camat Kuantan Hilir, Yulpides.

Kondisi terparah katanya, banjir merendam dua desa yakni Pulau Madinah dan Kampung Tengah. "Dua desa ini masih parah, air masih terkepung dan sulit keluar padahal Sungai Kuantan sudah mulai surut," katanya.

Kemudian di Kecamatan Pangean dan Inuman sendiri kabarnya air Sungai Kuantan masih merendam sejumlah desa. Camat Pangean dan Camat Inuman yang dihubungi belum ada memberi jawaban. Hingga kini belum diketahui pasti kondisi didua kecamatan ini.