Sudah Ribuan Rumah Terdampak Banjir, Pemkab Kuansing Belum Dirikan Posko

luapan-kuantan.jpg
(robi)

Laporan: ROBI SUSANTO

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Memasuki hari kedua, ribuan rumah warga di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau terdampak banjir luapan air Sungai Kuantan.

Banjir mulai merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Kuansing terjadi sejak Senin, 9 Desember 2019. Hingga Selasa, 10 Desember 2019 kondisinya makin parah.

Meskipun sudah ribuan rumah yang terdampak banjir, namun Pemkab Kuansing belum terlihat mendirikan posko banjir. Tidak adanya posko banjir membuat sejumlah pihak cukup kesulitan mengumpulkan informasi terkait banjir Kuansing dan memantau pergerakan kondisi air Sungai Kuantan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kuansing, Napisman mengaku sejauh ini belum ada posko untuk banjir di Kuansing.

"Sementara kita berkomunikasi dengan pihak Kecamatan, untuk posko memang belum ada," ujar Napisman dihubungi RIAUONLINE.CO.ID, Selasa, 10 Desember 2019.

Napisman menuturkan, apabila kondisinya air terus bertambah kemungkinan baru akan didirikan posko banjir Kuansing. Untuk saat ini posko banjir dipusatkan di Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kuansing.

Kemudian terkait anggaran untuk banjir Kuansing, Napis mengatakan, anggaran untuk banjir ini memang ada, tapi jumlahnya hanya sedikit. "Kalau anggaran Pemda yang diharapkan tidak akan terbantu masyarakat," katanya.

Dikatakannya, untuk bisa membantu korban banjir Kuansing memang dibutuhkan bantu terutama dari sumbangan dalam bentuk bahan makanan.

"Sebagian dananya dari pemerintah sebagian lagi mungkin dari donatur," katanya.

Kemudian untuk jumlah rumah yang terendam banjir sampai Selasa sore tadi, Napis mengaku belum memiliki data lengkap.

"Belum semua data masuk dari Kecamatan, masih tahap pengumpulan data," ujarnya.

Karena untuk rumah katanya, baru hari ini banyak yang terendam oleh banjir. Untuk hari pertama kemarin itu banyak yang terendam pekarangan rumah.

"Banjir ini sifatnya genangan yang setiap tahun kita terkena dampak, dan masyarakat di desa sudah mengantisipasi ini," katanya.

Hingga Selasa sore tadi sekitar pukul 18.00 WIB kondisi air Sungai Kuantan di bagian hulu di Kecamatan Kuantan Mudik mulai berangsur surut.

Namun air masih saja merendam halaman pelataran perahu Baganduang di Desa Banjar Padang, Kecamatan Kuantan Mudik,