Pilkada Kuansing 2020, Rofingi Mundur Lantaran Tidak Sanggup Lobi Partai

rofingi-mundur.jpg
(robi)

Laporan: ROBI SUSANTO

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Rofingi resmi mundur dan batal berpasangan dengan Andi Putra pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kuansing, Tahun 2020 mendatang.

Padahal keduanya sempat beberapa kali mendaftar secara bersama-sama ke sejumlah partai politik. Rofingi sendiri merupakan Ketua Harian NU Kuansing. Sementara Andi Putra sendiri merupakan Ketua DPD II Partai Golkar Kuansing yang juga Ketua DPRD Kuansing.

Rofingi rencananya akan menjadi Bakal Calon Wakil Bupati Kuansing maju berpasangan dengan Andi Putra yang menjadi Balon Bupati. Belum sampai finish Rofingi tiba-tiba mundur.

"Itu mungkin belum jodoh," ujar Rofingi sambil tertawa kecil ketika dihubungi RIAUONLINE.CO.ID, Rabu, 27 November 2019 lalu.

Saat ditanya alasan mundur, Rofingi mengaku banyak pertimbangan dan salah satunya pertimbangan politik dan lain-lain sebagainya. Ditambah dirinya sendiri bukan orang partai.

"Kami bukan orang partai. Kebetulan dulu diajak, kalau nggak jadi ya nggak masalah, kan gitu," ujar Rofingi.

Rofingi mengaku tidak ada merasa kecewa meskipun tidak jadi maju berpasangan dengan Andi Putra pada Pilkada Kuansing.

"Banyak yang harus dipertimbangkan, salah satunya kami bukan orang partai, untuk melobi partai juga tidak mudah," terangnya.

Apalagi katanya untuk melobi partai sampai ke Jakarta tentunya kami nggak sanggup. Dari pada melobi partai lebih bagus saya itiqomah saja.

Rofingi mengaku dirinya tidak pernah meminta untuk berpasangan maju pada Pilkada. "Awalnya dulu ada kawan pak Andi yang nawarin," ceritanya.

Lanjutnya, waktu itu kalau memang ada yang ngajak tentu tidak ada masalah. Namanya perjalanan, kadang diajak bisa sampai tempat, kadang-kadang pulang di tengah jalan itu sudah biasa,namanya juga perjalanan," imbuhnya.

Meskipun mundur, namun dirinya secara pribadi tetap tidak mungkin jauh dari Andi Putra. "Kalau pribadi saya tidak akan jauh dengan Andi, kalau untuk organisasi atau masyarakat itu kami serahkan kepada mereka," tegasnya.

Karena menurutnya, NU itu kalau bukan pemimpinnya yang maju akan kembali kepada Khittahnya. "Prinsipnya NU-kan gitu, nggak kemana-mana, tapi ada dimana-mana," katanya.

Rofingi mempersilahkan kepada warga NU untuk memilih sendiri siapa yang mau mereka dukung. Karena warga NU sendiri selama ini menyebar ada yang di PDI P, PKB, Golkar, PAN dan partai lainnya.

Sekali lagi Rofingi menegaskan dirinya mundur karena memang tidak bisa melobi partai. Dari pada nanti gagal maka dirinya memilih untuk mundur.

"Saya mundur baru dalam minggu ini, dan sudah saya sampaikan langsung kepada pak Andi," pungkasnya.