Aktual, Independen dan Terpercaya


Tanpa Bimtek, 24 Anggota Baru DPRD Kuansing Lebih Banyak Mendengar

Hearing-DPRD-Kuansing-dengan-Mitra.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ROBI SUSANTO)

Laporan: ROBI SUSANTO

RIAU ONLINETELUK KUANTAN - Ada hal menarik saat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD 2020 Kuansing, dilakukan sejak Senin, 7 Oktober 2019, hingga Rabu, 9 Oktober 2019.

Dari 35 anggota DPRD, 24 di antaranya merupakan pendatang baru. Tak hanya itu, sudahlah baru menjabat, ke-24 wakil rakyat tersebut sama sekali belum mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) seluk-beluk penyusunan penganggaran APBD 2020 Kuansing. 

Tak ayal, saat pembahasan KUA-PPAS, lebih banyak diam, celingak-celinguk bertanya ke kiri dan kanan dengan 11 anggota lama yang terpilih kembali periode 2019-2024.  

Pantauan RIAUONLINE.CO.IDpembahasan KUA PPAS mulai dilakukan di tingkat Komisi. Sejumlah OPD mulai rapat dengar pendapat (hearing) dengan masing-masing mitra Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di komisi.  

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kuansing, Arpison mengakui, masih harus banyak belajar mengikuti pembahasan KUA PPAS APBD 2020 Kuansing. 

"Namanya masih baru tentu kita harus banyak belajar, berbeda dengan anggota lama mungkin sudah pernah ikut pembahasan. Kalau kita kan baru. Ya ibarat anak TK kita masih baru," kata Arpison, Rabu, 9 Oktober 2019. 

Ia menjelaskan, ke-24 anggota Dewan periode 2019-2024 sama sekali belum pernah mengikuti pembekalan dan pelatihan tata cara maupun mekanisme pembahasan. Namun, karena kondisi, mereka langsung dihadapkan pada pembahasan penyusunan APBD 2020.

"Banyak mendengar dan belajar aja dulu," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan anggota DPRD Kuansing, Gusmir Indra. Ia mengatakan, untuk awal ini sebagai pendatang baru lebih banyak mendengar.

"Karena teknis pembahasan kita belum tahu, mungkin banyak mendengar dulu," ujar politisi Gerindra saat dihampiri wartawan di Gedung DPRD Kuansing.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kuansing, Jufrizal mengatakan, memang proses pembahasan memakan waktu cukup lama mengingat sebagian besar anggota Dewan wajah baru.

Seperti tadi, katanya, hearing pembahasan untuk satu OPD menghabiskan waktu setengah hari. "Karena ditanya satu-satu," ujar Politisi Gerindra ini.

"Target kita satu minggu ini bisa tuntas. Karena sudah dijadwalkan tentu harus kita bahas," katanya.

Terkait belum adanya anggota Dewan yang baru mendapatkan pembekalan maupun pelatihan, namun sudah dihadapkan dengan pembahasan APBD, Jufrizal mengatakan, mau bagaimana lagi, jadwal pembahasan sudah diagendakan dan harus kita bahas dan selesaikan," tutupnya.