Listrik Padam di Pelalawan Kayak Minum Obat, Jawaban BUMD Tuah Sekata Bikin Emosi

PD-Tuah-Sekata.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, PELALAWAN-Pelanggan listrik BUMD Tuah Sekata kecewa dengan asupan arus yang selalu padam setiap hari dalam dua pekan belakangan ini.

Warga terdampak mati listrik adalah pengusaha UMKM yang bergantung dengan arus listrik. Seperti pemilik usaha laundry, tukang pangkas, hingga pemilik kedai kelontong dan barang harian.

"Listrik mati hidup terus tiap hari. Bahkan sampai empat kali satu hari. Kita jadi terhalang bekerja," ungkap seorang pengusaha laundry di Jalan Seminai Pangkalan Kerinci yang meminta namanya tak dicantumkan, Rabu 18 November 2020.

Menurut perempuan ini, banyak orderan mencuci dan menyetrika yang tak selesai sesuai target.

Pasalnya, hampir semua aktivitas di laundry bergantung dengan arus listrik.

Terpaksa dirinya menggunakan genset atau pembangkit listrik alternatif yang membutuhkan biaya.

Demikian juga keluhan pemilik toko barang harian di Jalan Akasia yang menjadi korban pemadaman listrik yang tak menentu itu.

Selain kedainya jadi gelap, ada beberapa barang dagangan yang harus didinginkan di dalam kulkas agar bertahan lama.

Jika arus listrik padam, tentu menimbulkan kerugian bagi pihaknya.

"Mau tak mau harus pakai genset juga. Itulah resiko kita dalam berusaha. Tapi seharusnya pelayanan listrik tak seperti ini, karena kita bayar tepat waktu," kata pria yang akrab disapa Ujang ini.

Manager Teknis BUMD Tuah Sekata, Erman membenarkan pelayanan listrik yang byar pet itu.

Ia juga tidak menampik pemadaman listrik yang dikelola perusahaan milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pelalawan itu terjadi hingga empat kali dalam sehari.

"Kondisi itu memang kita akui, pelayanan sedang ada gangguan dan masih berlangsung sampai hari ini," terang Erman.

Pria yang akrab disapa Eman ini menjelaskan, gangguan yang terjadi pekan lalu akibat adanya pemeliharaan jaringan oleh teknisinya.

Hal itu merupakan program rutin yang meningkatkan pelayanan.

Saat bersamaan, PT Riau Prima Energi (RPE) yang merupakan pemasok arus ke BUMD juga melakukan maintenance.

Namun proses perbaikan sudah tuntas dan tidak ada lagi kendala.

Untuk gangguan arus yang terjadi dalam pekan ini, lanjut Eman, belum ditemukan titik permasalahannya.

Penyebab pasti pemadaman masih dicari tim teknis dengan menyusuri semau jaringan yang ada.

Hanya saja penyebab listrik padam tak kunjung didapatkan.

"Kita juga masih bingung dimana masalahnya. Penyebabnya belum dapat sampai sekarang. Entah ini sabotase atau apa, tak taukah," jelasnya.

Manajemen BUMD Tuah Sekata meminta maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan pelayanan yang terjadi.

Pihaknya berjanji akan segera menuntaskan masalah yang ada dan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.