Sumur AKHLAG Bikinan Ipda Samosir Sukses Menyembur, Kapolda Beri Apresiasi

Sumur-AKHLAG.jpg
(Riau Online)

LAPORAN : RISKI APDALLI

  

RIAU ONLINE, PELALAWAN - Kepolisian Resort (Polres) Pelalawan tengah menjalankan progam inovasi sebagai salah satu cara  dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) gambut di wilayah hukumnya.

 

Inovasi tersebut berupa pembuatan sumur di lahan gambut itu dinamakan dengan sumur Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut atau AKHLAG.

 

Pembuatan sumur AKHLAG ini telah dilakukan secara otodidak oleh anggota Polres Pelalawan, Ipda Hasoloan Samosir, sejak Tahun 2014. 

 

Sejak bertugas di Polsek Teluk Meranti, Polres Pelalawan, Polda Riau. Dimana, didaerah Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, itu juga merupakan sebagian besar hutan gambut.

 

"Pembuatan sumur AKHLAG sudah lama dibuat. Berawal, sejak tahun 2014 terjadi karlahut di Kecamatan Teluk Meranti. Secara otodidak dilakukan dan sudah banyak uji coba untuk melakukan penanggulangan karhutla ini," kenang Ipda Samosir, Jumat 18 September 2020.

 

Menurut Ipda Samosir, saat terjadi karhutla di daerah Teluk Meranti, sangat sulit untuk memadamkan api, apalagi jika sudah menjalar kemana-mana.

 

Dengan sumur AKHLAG tadi, ia berharap jadi inovasi yang memang dibutuhkan untuk antisipasi karhutla di lahan gambut khususnya.

 

"Dilahan gambut mengalami kebakaran, sangat sulit memadamkannya. Berbagai kendala d ilapangan sudah dijalani karhutla lahan gambut. Padahal lahan gambut banyak air. Jadi bersama para anggota Polres Pelalawan saat ini sudah paham fungsi sumur AKHLAG," terang Ipda Samosir.

 

Dikatakannya, berkat informasi dari pihak media, giat sumur AHKLAG sudah sampai ke Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi. Dengan itu, ia mengaku telah dipanggil Kapolda Irjen Agung, guna memaparkan giat inovasi yang telah digagasnya itu.

 

"Usai memaparkan, Pak Kapolda sangat tertarik, dan mengintruksikan agar  dilapangan dilengkapi semuanya, dan perlu terus ditingkatkan dilakukan pengkajian untuk penyempurnaan sumur AKHLAG ini," ingatnya kepada RiauOnline.co.id.

 

Oleh karena itu, pada Kamis 17 September 2020 kemarin, kami memulai pengkajian sumur AKHLAG dengan melibatkan tim ahli dari berbagai Akademisi yakni, Prof Dr. Ing. Eko Supriyanto, DR. Salmiati MPd, Ferbrianti S.P,. M.Si,  Abdul Khair Junaidi ST. M.Eng, Edward Pangaribuan, M.Si, (Dosen dan juga Wartawan di PWI Pelalawan).

 

Kapolres Pelalawan, Indra Wijatmiko, S.IK, diwakili Kasat Binmas, AKP NM Marbun, bersama KBO Binmas Polres Pelalawan bersama beberapa personil Polres Pelalawan turun langsung melakukan praktek pembuatan sumur AKHLAG di Jalan Lingkar, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur.

 

Pantauan dilapamgan,p ada hari pertama mulai pengkajian ilmiah, itu hasilnya sangat menggembirakan.

 

Karena tim ahli dan personil polres Pelalawan mampu melakukan dan  membuktikan air disumur AKHLAG tidak habis-habis. "Dengan kecepatan mesin pemadam rata-rata menghasilkan 4-5 liter perdetik dalam waktu berjam jam," ungkap AKP NM Marbun.

 

Meski dengan waktu yang cukup lama tersebut, jumlah air tetap tersedia, dibuktokan dangan alat-alat yang telah diuji oleh tim ahli saat itu 

 

"Air di sumur AKHLAG tetap ada tidak habis-habis. Hal ini juga ditunjukan level sensor air yang dibuat mengukur indikator keberadaan air yang ditandai dengan lampu LED sederhana," tandasnya