Kader Posyandu Kampar Siap Cegah Stunting Kolaborasi RAPP-APR

stunting-posyandu.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, KAMPAR -  Indonesia menempatkan kasus stunting sebagai salah satu tugas utama menyokong program Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Sebab, Indonesia merupakan negara yang masuk kategori paling rawan terhadap kasus kekurangan gizi. Untuk penanggulangan stunting pemerintah berkomitmen untuk mengakhiri kelaparan dan meningkatkan ketahanan pangan melalui perbaikan gizi didukung promosi pertanian berkelanjutan.

 

Mendukung upaya pemerintah, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) melalui program kesehatan Community Development (CD), menginisiasi Program Pencegahan Stunting di lima kabupaten, yaitu Kabupaten Pelalawan, Siak, Kampar, Kepualaun Meranti dan Kuantan Singingi (Kuansing).

 

Seperti di Kabupaten Kampar sebanyak 1.199 paket gizi berupa susu bubuk dan biskuit diberikan untuk sembilan desa, di antaranya Desa Gunung Sari, Gunung Mulya, Suka Makmur, Makmur Sejahtera, Subarak, Sahilan Darussalam, Gunung Sahilan, Kebun Durian dan Sungai Lipai.

 

Meskipun di tengah pandemi COVID-19, program ini terus berjalan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

 

Kader Posyandu Sungai Lipai, Anis Oni Arita mengatakan pihaknya merasa sangat terbantu dengan program pemulihan stunting di daerahnya dan siap berkolaborasi dengan RAPP. Menurutnya bantuan yang diberikan RAPP sangat bermanfaat bagi bayi dan balita.

 

“Kami tidak hanya diberikan bantuan paket gizi, tetapi juga diberikan pelatihan kader posyandu, alat pengukur peralatan posyandu terkait stunting dan pembentukan pos pemantauan gizi. Kami bersyukur bisa dibantu oleh RAPP,” tuturnya.

 

Manajer CD RAPP, BR Binahidra Logiardi mengatakan Program Pencegahan Stunting dimulai pada Juli 2019. Hampir 400 kader posyandu, 74 bidan dan 55 orang pengurus PKK yang mengikuti pelatihan stunting ini.

 

“Kami berkolaborasi dengan 277 posyandu di lima kabupaten di Riau. Saat ini sudah 153 posyandu yang sudah kami latih dari 80 desa,” tuturnya.

 

Dilanjutkan Binahidra, program ini merupakan salah satu penerapan tujuan dari Program Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB dimana perusahaan bagian dari grup APRIL ini menetapkan salah satunya pada tujuan nomor 3, yakni kesehatan yang baik dan kesejahteraan. 

 

"Penerapan SDGs tidak hanya pada kegiatan operasional saja, tetapi perusahaan juga memastikan masyarakat sekitar juga ikut dilibatkan untuk mencapai tujuan tersebut," pungkasnya. (rls)