Presiden Jokowi Resmikan APR, Pabrik Rayon Terbesar di Dunia

Jokowi-meresmikan-pabrik-PT-APR.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik rayon terintegrasi Asia Pacific Rayon (APR) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Jumat (21/2). Pabrik ini merupakan ekspansi dan investasi yang ditanamkan Royal Golden Eagle (RGE), selaku induk usaha APR.

RGE adalah perusahaan milik taipan Sukanto Tanoto, salah satu konglomerat Indonesia yang masuk daftar orang terkaya di dunia versi Forbes atau Forbes World's Billionaires 2019.

Dalam kesempatan ini, Jokowi menyampaikan pentingnya investasi yang harus digenjot demi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jokowi menganggap investasi itu akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.

“Sekarang ini semua negara saling berebut namanya investasi, kenapa diperebutkan karena yang namanya peredaran uang di sebuah negara semakin banyak beredar akan semakin baik pertumbuhan ekonomi dan semakin baik kesejahteraan masyarakatnya,” kata Jokowi saat peresmian Pabrik APR di Pelalawan, Riau, Jumat (21/2).

Oleh karena itu, Jokowi menyambut baik berbagai langkah investasi khususnya yang sudah dilakukan APR. Apalagi, kata Jokowi, pengaruh APBN dalam pertumbuhan ekonomi hanya 23 persen. Sehingga perlu peran swasta perlu didorong untuk memperkuat perekonomian nasional.

Jokowi di Lokasi pembibitan pabrik APR

“Di sini ada nursery, persemaian, pembibitan yang kapasitasnya 300 juta bibit. Saya tanya, di mana di dunia ada yang memiliki persemaian sebesar yang ada di sini. Saya kaget terus terang. Kapasitasnya gede sekali, tunjukkan di negara mana ada persemaian sebesar ini,” ujar Jokowi.

Adanya serat rayon yang diproduksi di dalam negeri membuat masa depan industri fashion di Indonesia semakin cerah. Pasalnya, bahan baku tekstil yang dikelola berkelanjutan (sustainable) dan ramah lingkungan tengah naik daun dan disebut-sebut akan menjadi the future fashion di kalangan penikmat mode dunia.

Dengan sejumlah keunggulan seperti berasal dari sumber terbarukan, dapat terlacak dan dikelola secara berkelanjutan, serta serat rayon yang dihasilkan, APR dinilai dapat memenuhi permintaan dunia saat ini.

“Saya kaget lagi bahwa kayu bisa menjadi rayon, bisa menjadi kain. Orang hanya tahunya kapas jadi kain tapi sekarang serat kayu bisa menjadi kain,” tambahnya.

Jokowi merasa kemampuan itu harus diapresiasi oleh semua pihak. Menurutnya hal itu menunjukkan kalau Indonesia tidak kalah dengan negara-negara besar di dunia.

“Jangan berpikir yang namanya teknologi itu hanya adanya di Eropa, hanya di Jerman, Skandinavia, di Indonesia pun ada dan itu di Kabupaten Pelalawan, bukan di Jakarta, bukan di Jawa tapi di Pelalawan Riau. Ini yang banyak tidak diangkat,” terang Jokowi.

Seusai memberikan sambutan, Jokowi langsung meresmikan pabrik APR dengan menekan tombol sirine dan menandatangani prasasti. Peresmian ini juga diikuti dengan pelepasan ekspor viscose rayon ke Turki dan Jawa Tengah.

Turut hadir dalam acara ini adalah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, sampai Gubernur Riau Syamsuar.