Sakit Hati Sering Dimarahi, Pria Ini Aniaya Teman dengan Keji

Penganiayaan.jpg
(INTERNET)

LAPORAN :RISKI APDALLI

RIAUONLINE, TELUK MERANTI - Hanya gara-gara sakit hati sering dimarahi, seorang penebang kayu berinisial AC (24) warga Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, nekat menganiaya Iwan (25) di Suak Tunggul, kelurahan Teluk Meranti, kecamatan Teluk Meranti, kabupaten Pelalawan.

Peristiwa percobaan disertai perampasan itu berawal, saat korban dan pelaku serta satu temannya Gunawan (28) pergi ke hutan untuk mencari kayu cerocok mengenderai sepeda motor, Senin 9 Maret 2030 sekitar pukul 10.00 WIB.

Ketika sampai, Gunawan turun di persimpangan jalan. Sedangkan korban dan pelaku meneruskan perjalanan masuk ke tengah hutan menggunakan sepeda motor.

Rupanya pelaku yang telah menyimpan dendam langsung menghajar korban dari belakang mengunakan kayu berulang kali. Akibat hantaman keras mengenai kepala korban langsung jatuh terkapar.

Tidak puas menghajar korban dengan kayu, Selanjutnya pelaku mengambil pisau yang di bawa dan menyayat kedua tangan korban tepatnya pada pergelangan kedua belah tangan, untuk memutuskan urat nadi.

Melihat korban sudah terkapar, kemudian pelaku mengambil uangnya sebesar Rp 500 ribu dan satu unit handphone merk samsung J2 serta tasnya. Usai menghajar korban dan merampas harta bendanya pelaku bergegas kabur.

Tapi beruntung, saat pelaku kabur di pergoki oleh temanya Herman yang melihat korban sudah terkapar di tegah hutan dan menghubungi teman-temannya, guna memberitahukan kalau Iwan telah di hajar oleh AC.

Maka pelaku berhasil ditangkap warga dan diserahkan ke Polsek Teluk Meranti. Sedangkan korban yang tidak sadarkan diri segera di larikan ke Puskesmas. Tapi kondisi luka sayatan di urat nadinya parah, korban di rujuk ke RSUD Selasih, Pangkalan Kerinci.

Kapolres Pelalawan AKBP M Hasyim Risahondua, membenarkan adanya kasus percobaan pembunuhan disertai perampasan tersebut.

"Kini pelaku telah diamankan di Polres untuk di proses lebih lanjut. Sedangkan korban masih di rawat dirumah sakit," ujar Kapolres Hasyim, Kamis, 12 Maret 2020.