Longsor di Kampar, AA: Jangan Salahkan Masyarakat..

Longsor-Bangkinang.jpg
(*2)

LAPORAN: HASBULLAHTANJUNG

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Komisi IV DPRD Riau membidangi pertambangan dan perhubungan, menilai dugaan pertambangan batu menjadi alasan terjadinya longsor di ruas jalan Sumbar-Riau Kamis 19 April 2018 pagi kurang tepat.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota komisi IV Asri Auzar, ia berpendapat bahwa kejadian tadi pagi dipandang sebagai bencana alam saja.

"Longsor itu bisa saja terjadi, itu kan bencana alam, kita tidak bisa berbuat banyak, walaupun aktivitas pertambangan memang mungkin saja salah satu penyebabnya, tapi janganlah terlalu dipandang seperti itu," ungkapnya kepada RIAUONLINE.CO.ID, Kamis, 19 April 2018.

Sebab, menurut ketua DPD Demokrat Riau ini, masyarakat yang berprofesi sebagai penambang tidak pantas untuk disalahkan dalam bencana alam ini.

"Misalnya jembatan ambruk, itu baru kesalahan manusia, Tapi kalau longsor dan kita menyalahkan pertambangan batu, itu tidak boleh, kan itu mata pencaharian masyarakat. Jangan disalahkan masyarakat," jelas Politisi yang kerap disapa AA ini.

Jikalau memang pertambangan batu di sana berpotensi menyebabkan longsor, kata AA, pemerintah melalui dinas terkait beri pemahaman dan pandangan kepada para penambang.

"Tapi, jangan sekedar memberi pemahaman saja, carikan solusi, arahkan mereka kepada mata pencaharian baru, kalau tidak, mereka mau cari makan dari mana lagi," pungkasnya.

Lebih lanjut, menurut AA, bencana longsor seperti ini memang harus ditindak cepat oleh dinas terkait, sebab berdampak pada berbagai sektor baik di Riau dan Sumbar.

"Soalnya kalau jalan di Kuok itu terputus, tentu lalu lintas antar Provinsi terganggu, pendistribusian barang juga terganggu, dan berefek kepada perekonomian masyarakat," tutupnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar menyatakan bahwa longsor berupa material batu yang terjadi di jalan lintas Riau-Sumatera Barat diduga akibat aktivitas penambangan hingga menyebabkan kerusakan.

"Kami menduga longsor karena bebatuan rapuh dampak dari akvitias penambangan," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Adi Chandra di Pekanbaru, Kamis, 19 April 2018.

Ia menuturkan penambangan batu yang dilakukan pada tebing-tebing yang curam di lokasi longsor, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau atau dua kilometer sebelum perbatasan Sumatera Barat tersebut membuat tebing menjadi berlobang-lobang.(2)