Longsor dan Bergelombang, Dewan Sesalkan Perencanaan Jalan Menuju Candi Muara Takus

Jalan-rusak-di-Kampar.jpg
(Rizal)

Laporan: RIZAL

RIAU ONLINE, KOTO KAMPAR - Sejumlah titik jalan provinsi dari Desa Batu Bersurat menuju Candi Muara Takus Kecamatan XIII Koto Kampar mengalami longsor dan bergelombang.

Pantauan RIAUONLINE.CO.ID, Selasa 9 Januari 2018, setidaknya ada empat titik ruas jalan yang lonsor, dan 1 titik mengalami pengelupasan dan bergelombang. Dari 4 titik longsor, satu titik longsor yang berada di Desa Koto Tuo sudah mulai diperbaiki.

Baca juga:

Baru Selesai Diaspal, Jalan Menuju Candi Muara Takus Amblas

Terlihat satu unit eskavator dan beberapa pekerja melakukan pembangunan turap di salah satu sisi jalan yang lonsor.

Sementara itu, tekstur jalan bergelombang ditemukan di areal jalan yang antara Desa Koto Tuo Barat dengan Desa Muara Takus.

"Panjangnya rata-rata berkisar 30 sampai 50 meter. Sangat disayangkan padahal baru saja selesai dibangun, tapi sudah rusak. Kondisi jalan ini membuat beberapa orang pengguna jalan mengalami kecelakaan," ungkap Dani, salah seorang warga setempat.

Rusaknya beberapa ruas jalan menuju Kecamatan XIII Koto Kampar dan Koto Kampar ini juga mendapat perhatian Anggota DPRD Riau asal Kampar, Ilyas HU.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan dari Batu Bersurat menuju Muara Takus ini seharusnya memiliki perencanaan yang matang. Sebab kondisi lokasi yang dibangun berupa area perbukitan.

"Banyaknya pembangunan jalan di Kampar ini yang rusak akibat setelah menimbun langsung dibangun. Seharusnya ada jeda waktu agar timbunan ini bisa keras kemudian bisa dikerjakan agar hasilnya maksimal dan dinikmati dengan waktu yang lama, ini baru selesai satu tahun sudah hancur-hancuran," ujar Politisi Nasdem ini.

Wakil Ketua DPW Nasdem Riau Bidang Hukum ini juga menyayangkan akibat jalan rusak parah tersebut telah mengorbankan pengendara yang melintasi jalan.

"Ini kan kita sangat sayangkan dan prihatin melihat kondisi seperti ini, pemerintah harus mengambil inisiatif agar segera memperbaiki seluruh jalan yang rusak terutama yang potensi melukai pengendara atau pengguna jalan," kesalnya.

Program pemerintah provinsi adalah masalah infrastruktur seharusnya sudah dinikmati oleh masyarakat. "Ini merupakan pelajaran bagi pemerintah untuk mencari solusi jalan rusak, apakah dana tanggap darurat atau seperti apa," pungkasnya. (1)

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id