Curanmor, Pembobolan Rumah, hingga Maling Hasil Kebun Marak di Siak

Kebun-Cabai-Warga-Siak.jpg
(Hendra Dedafta/RIAUONLINE)

 

RIAU ONLINE, SIAK - Aksi pencurian kendaraan bermotor dan pembobolan rumah tengah meresahkan warga di Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau.

Di tengah kasus curanmor dan pembobolan rumah yang pelakunya belum ditangkap, kini petani cabai di Bungaraya, Siak, dibuat was-was dengan adanya maling hasil panen.

Maraknya kasus curanmor dan pembobolan rumah di beberapa kampung, Kecamatan Bungaraya, telah berlangsung sejak menjelang Ramadan lalu. 

Berawal dari pembobolan warga di RW 01 Dusun Temutun, Kampung Temusai, yang membuat warga kehilangan jutaan rupiah.

"Tidak hanya itu, sepeda motor milik bengkel di dusun yang sama juga hilang," ucap Eli Nazri, Kepala Dusun (Kadus) Kampung Temusai, Rabu, 21 September 2022.

Curanmor kembali terjadi di kampung Kemuning Muda pada pertengahan Juli lalu, sepeda motor Supra x 125 milik warga, Nur, hilang di acara pesta pernikahan, bersamaan dengan curanmor di Kampung Buatan Lestari. Dalam satu malam pelaku curanmor menggasak dua sepeda motor.

Kemudian, sepeda motor milik warga, Dede Farabi, hilang di awal September ini saat acara hiburan warga Kuda Lumping di Lapangan Bola Kaki Kampung Kemuning Muda.

Sementara, pelaku pembobolan rumah hingga pencurian sepeda motor belum terungkap, sekarang merambat ke tanaman cabe milik petani jadi sasaran maling. 

Baru-baru ini tanaman cabai milik petani bernama Mardi dan beberapa petani cabai lainnya di Kampung Kemuning Muda menjadi sasaran maling.

"Dua kali cabai saya dicuri, kita merawatnya susah belum di panen malah sudah dicuri duluan," ucap Mardi kesal.

“Sekitar jam 07.00 saya ke sawah lagi tanaman cabai saya sudah berantakan, banyak yang diambil bahkan pohonya banyak yang rusak," ucap Mardi.

Sekretaris Desa (Sekdes) Kampung Kemuning Muda, Taufikurahman, mengatakan terkait curanmor yang terjadi di kampung Kemuning Muda, letak sepeda motor saat itu berada di tempat yang tidak ada penjagaan khusus maupun tukang parkir.

Untuk meminimalisir terjadinya curanmor, Taufikurahman mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Ketika memarkirkan kendaraan di tempat umum agar diletakan di tempat yang terang, mudah dipantau dan jangan lupa di kunci stang," ucap Taufik.

Taufik menyebut, sejumlah kejadian curanmor terjadi di tempat umum. Menurutnya, hal itu terjadi karena kendaraan diparkirkan di tempat yang gelap dan di luar pantauan penyelenggara acara.

Taufik juga mengingatkan masyarakat untuk tidak memarkir kendaraan di luar rumah saat malam.

"Karena pencuri biasanya melakukan aksinya jika ada kesempatan, jadi kita perlu meningkatkan kewaspadaan untuk meminimalisir terjadinya pencurian," imbau Taufik.

Selain itu penguatan Kamtibmas sangat perlu dilakukan, mengingat saat ini mulai sering terjadi pencurian, tidak hanya kendaraan tapi sudah mulai ada pencurian hasil tanaman petani di kebun.

"Mari kita tingkatkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), dengan meningkatkan peran Linmas, peran Bhabinkamtibmas, peran Pemuda dan Masyarakat semuanya. sebagai bentuk upaya bersama dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban lingkungan masyarakat,” katanya.

Taufik mengimbau masyarakat untuk kembali aktif melakukan patroli di lingkungan pemukiman maupun di kebun-kebun warga yang berpotensi terjadi pencurian.

“Semakin tinggi tingkat kewaspadaan kita maka akan semakin kecil resiko terjadinya pencurian,” tutup Taufik.