Puluhan Imigran Afganistan Pindah Lokasi Penampungan ke Kos Nevada

bocah-imigran.jpg
(Riyan Nofitra/Riau Online)

RIAU ONLNE, PEKANBARU-Puluhan Warga Negara Asing (WNA) asal Afganistan pindah lokasi penampungan, Rabu 16 Juni 2021. Mereka pindah dari Wisma Satria di Jalan Tengku Cik Ditiro ke Kos Nevada di Jalan Kartama  Kelurahan Maharatu.

 

Proses pemindahan karena kondisi Wisma Satria sudah penuh sesak. Satu kamar tidak cukup menampung para WNA bersama keluarganya. Ada delapan kepala keluarga atau KK yang pindah. Jumlah totalnya mencapai 45 orang.

 

"Pemindahan ini karena di Wisma Satria sudah terlalu over capacity. Satu kamar ditempati lima hingga tujuh orang," terang Kepala Kesbangpol Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian.

 

Menurutnya, WNA yang pindah karena beberapa anaknya beranjak dewasa sehingga tidak bisa tinggal dalam satu kamar. Ia menyebut, pemindahan para WNA ini agar bisa menerapkan protokol kesehatan di lokasi penampungan di wisma yang kelebihan kapasitas.

 

Proses pemindahan ini sempat terkendala selama tiga tahun. Ia memaparkan, setelah ada arahan dari Wali Kota Pekanbaru akhirnya proses pemindahan pun dilakukan.

 

"Maka kita laksanakan pemindahan bersama sejumlah instansi yang terkait pengungsi. Proses pemindahan tidak ada kendala. Kita tidak ada penolakan dalam proses pemindahan WNA," paparnya.

 

Para WNA yang baru pindah nantinya tetap berada di lokasi tersebut. Mereka belum bisa beraktivitas di luar kos selama 14 hari ke depan. "Mereka lock down selama 14 hari, terkait kebutuhan bisa dibantu petugas," ujarnya.

 

Sebelumnya diberitakan, sejumlah lokasi penampungan imigran di Kota Pekanbaru mengalami kelebihan kapasitas. Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Pekanbaru bersama instansi terkait.

 

 

 

 

Total jumlah imigran yang berada di Kota Pekanbaru sebanyak 917 orang. Mereka berasal dari Afganistan, Pakistan, Irak, Iran, Somalia, Sudan, Rohingya.

 

Para imigran menghuni delapan lokasi penampungan sementara di Kota Pekanbaru. Banyak lokasi penampungan ini sudah kelebihan kapasitas.

 

Pria yang akrab disapa Zoel pun mempersiapkan rencana pemindahan sejumlah imigran ke lokasi yang lebih layak. Ia menyebut tim bakal mempersiapkannya dalam beberapa minggu ke depan.

 

Pemerintah kota bersama instansi terkait berupaya agar tidak terjadi penularan Covid-19. Mereka berupaya melakukan pengawasan terhadap aktivitas imigran di masa pandemi.