Dua Ekor Gajah yang Masuk Kampung Hampir Celakai Tim Mitigasi

Gajah-masuk-kampung3.jpg
(BBKSDA)

RIAUONLINE, PEKANBARU-Selama satu minggu, Tim Mitigasi Konflik Gajah Liar di Desa Kuala Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, berupaya untuk menghalau gajah memasuki pemukiman masyarakat, Kamis, 14 Januari 2021.

Tim Mitigasi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Balai Taman Nasional Tesso Nilo, serta masyarakat, selama satu minggu berupaya menghalau gajah untuk menjauh dari pemukiman masyarakat.

Kabid Wilayah I Balai Besar KSDA Riau, Andri Hansen Siregar, mengatakan, selama satu minggu, tim berupaya menggiring gajah untuk menjauh dari pemukiman warga, namun, Tim Mitigasi mengalami beberapa kendala.

“Kami mengalami beberapa kendala dalam menggiring gajah, yakni kondisi cuaca yang hujan lebat sehingga tim tidak bisa melakukan penggiringan gajah, selain itu, medan yang berawa menyulitkan petugas,” kata Andri Hansen.

Andri Hansen, menambahkan, ada dua ekor gajah jantan, satu gajah remaja dan satunya gajah dewasa.

“Selain medan yang sulit, kita juga mendapatkan kendala ketika menggiring gajah ada aktivitas perkebunan di  lintasan penggiringan gajah, sehingga gajah berputar arah dan nyaris mencelakai Tim Mitigasi,” terangnya.

Selanjutnya, guna menjauhkan gajah dari pemukiman masyarakat,akhirnya tim gabungan menggunakan petasan  untuk mengusir gajah dari perumahan warga.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar dan menjauhi gajah liar tersebut, saat ini posisi gajah tidak terlalu jauh dari pemukiman warga, dan tim masih berupaya menggiring gajah liar tersebut,” terang Andri.