Penuh Harap, Begini Suasana di Rumah Orang Tua Putri Wahyuni

pantau-informasi.jpg
(olivia)

PeRIAUONLINE, PEKANBARU - Rumah orang tua Putri Wahyuni Effendi masih ramai sanak keluarga dan tetangga. Tak ada sepatah kata terdengar kecuali suara siaran televisi saat riauonline.co.id datang ke sana.

Semua mata tertuju ke layar televisi. Satu harapan adanya mukjizat dari yang maha kuasa. Mereka berdoa atas keselamatan para korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Sabtu 9 Januari 2021.

Arizal Effendi dan istrinya Ratna duduk di sofa. Mereka ditemani sanak saudara dan para tetangga. Mereka terus menanti kabar putri bungsunya yang jadi korban dari 56 penumpang pesawat tersebut.

Foto-foto pernikahan anak-anak mereka terpajang pada di dinding ruang tamu. Ada foto Putri Wahyuni Effendi dan suaminya, Ihsan Adhlan Hakim. Mereka menikah pada Maret 2020 lalu.

Arizal Effendi tampak lebih tenang dari sang istri. Terlihat saat diwawancarai wartawan, Effendi menjawab dengan tegar. Sementara sang istri terus saja melihat ke layar televisi, matanya berkaca-kaca. Sesekali wanita berkacamata ini menyeka air mata.

Diceritakan Arizal, Ayu, sapaan akrab putrinya, sengaja berangkat menuju Pontianak. Mereka berangkat dengan tujuan persiapan acara kenduri dengan keluarga yang ada di Pontianak.

Anak bungsu dari lima bersaudara itu sebelumnya juga datang ke Pekanbaru. Ia sengaja datang ayahnya yang baru sembuh dan keluar dari rumah sakit.

"Minggu lalu sempat datang ke Pekanbaru. Kamis tgl 7 baru berangkat ke Jakarta," terang Effendi kepada riauonline.co.id, Minggu 9 Januari 2021.

Ayu memang pindah ke Jakarta setelah menikah dengan sang suami. Informasi diterima riau online, suami Ayu juga memiliki usaha di sana.

Kini keluarga besar hanya bisa menanti kabar terbaik dari pihak berwenang. Ada rencana anak sulung Arizal yang bakal menyusul ke Jakarta.

"Bapak sakit, hanya menunggu informasi dari perusahaan. Dari yang kita lihat di televisi, belum ada kejelasan. Semoga masih ada mukjizat kedua," ucapnya penuh harap.

Saat ini, kata Arizal, keluarga di Jakarta dan Pontianak juga sama-sama memantau perkembangan informasi. Mereka memantau di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Supadio di Pontianak, Kalimantan Barat.

Kakak ipar Ayu, Vivi berujar hanya bisa ikhlas dan tabah. Ia berharap tidak ada berita yang mengklaim korban sudah meninggal dunia. Mereka perlu konfirmasi kebenaran dan menunggu info akurat.

News anchor terus membacakan berita di balik layar televisi. Ratna, wanita berkacamata mengusap air matanya. Ia mengenang putri bungsu kesayangan.