Masyarakat Masih Ragukan Vaksin, Elfiandri: Tak Cukup Sekedar halal

elfiandri.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Pengamat Kebijakan Publik, Elfiandri menilai kekhawatiran masyarakat atas vaksinasi Covid-19 tak cukup diyakinkan dengan sekadar pernyataan vaksin halal dan suci.

"Tingkat kehalalanya sudah dikeluarkan oleh MUI, tapi jika suatu pesan banyak diragukan oleh masyarakat, pesan tersebut harus dibuka," ujar Elfiandri Minggu, 10 Januari 2020.

Menurut Elfiandri, informasi beredar sebelumnya mengenai vaksinasi sudah cenderung membentuk persepsi negatif di masyarakat. Sehingga kata dia, cara membalikkan opini publik adalah dengan membuka informasi terkait vaksin ini.

"harus dijelaskan secara rinci apa saja kandungan vaksin dan bagaimana cara pembuatannya sehingga dapat dikatakan halal oleh MUI, bahkan sampai dikatakan suci. Ini kan harus dibuka," jelas Elfiandri.

Transparansi ini menurut Elfiandri merupakan dasar bagi masyarakat untuk menimbang divaksin.

"Harus transparan, vaksin ini untuk apa, efektivitasnya seperti apa, sehingga bisa dinilai publik," tegas Elfiandri

Program vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada ,13 Januari 2021 dengan Presiden Indonesia, Jokowi mendapat suntikan dosis vaksin pertama. Selanjutnya vaksinasi akan dimulai secara nasional pada 14 Januari 2020.

Meski demikian, sejumlah masyarakat termasuk sejumlah pejabat masih meragukan program vaksinasi ini. Sejumlah pertimbangan seperti kehalalan, zat yang dikandung termasuk tempat produksi vaksin jenis Sinovac diproduksi di Cina juga menjadi pertimbangan masyarakat.