Setiap Bulan Bayar Iuran, Sudah 2 Minggu Sampah Menggantung di Rumah Sisil

tumpukan-sampah8.jpg
(Laras Olivia/Riau Online)

RIAUONLINE, PEKANBARU- Sampah menumpuk di sejumlah ruas jalanan Kota Pekanbaru. Pemandangan ini terlihat sejak pekan lalu. Tumpukan sampah pun mengeluarkan aroma tidak sedap.

 

Pantauan riauonline.co.id, sampah tidak hanya menumpuk di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Terlihat pula di lingkungan rumah warga. Sampah menumpuk di depan rumah. Ada pula yang menggantungkan di pagar rumahnya.

 

"Heran saya ini kenapa belum juga datang yang jemput sampah, sudah dua minggu sampah kami menumpuk," ujar Sisil, warga Tangkerang Utara kepada Riau Online, Rabu 6 Januari 2020.

 

Dirinya khawatir lambat laun sampah yang menumpuk menjadi sarang penyakit. Sisil berharap dinas terkait bisa memberi solusi. Apalagi ia juga membayar uang kebersihan rutin dan tepat waktu.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Agus Pramono tidak menampik terjadi penumpukan sampah di sejumlah lokasi.

 

Menurutnya, proses pengangkutan berlangsung tiga trip karena terbatasnya armada pengangkut sampah. Pihaknya juga mempertimbangkan kondisi petugas sampah yang mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar.

 

"Kita angkut sampah mulai pagi, siang, sore dan malam, agar sampah tidak menumpuk," terangnya.

 

Keterlambatan pengangkutan sampah karena kontrak dengan dua pengelola angkutan sudah berakhir pada 31 desember 2020 lalu. PT. Godang Tua Jaya dan PT. Samhana Indah tidak lagi mengangkut sampah sejak pekan lalu.

 

Agus menuturkan, saat ini proses lelang sedang berlangsung di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Pekanbaru.  Ia berharap pemenang lelang angkutan sampah sudah terpilih pada Januari 2021 ini.

 

 

"Namun saat ini belum ada pemenang, maka terjadi penumpukan sampah seperti itu," ulasnya.