Agus Pramono Beberkan Penyebab Penumpukkan Sampah di Pekanbaru

TPS-Pasar-Pagi-Arengka5.jpg
(RAHMADI DWI/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Memasuki tahun baru 2021, ada tumpukan sampah di beberapa titik di Kota Pekanbaru. Terjadinya penumpukkan sampah disebut imbas dari habisnya masa kontrak pihak ketiga pengelola sampah per 31 Desember 2020.

Selain itu, pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar terdapat masalah, seperti alat berat di TPA Muara Fajar mengalami kerrusakan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Agus Pramono mengatakan, ada empat alat berat di TPA Muara Fajar sejak tahun 2012. Alat-alat berat ini sudah beroperasi selama delapan tahun. Kondisi alat berat ini rusak. Sudah berulang kali dilakukan perbaikan, tapi terus mengalami kerusakan.

“Di 2020, hanya tinggal dua alat berat yang bisa beroperasi,” katanya kepada wartawan.

Terkait kerusakan alat berat , pihaknya memiliki dua opsi mengatasi penumpukan sampah di TPA Muara Fajar. Opsi pertama kata dia, memperbaiki alat berat dan opsi kedua adalah dengan menyewa alat berat lain.

Agus mengakui, pihaknya sudah melaksanakan kedua opsi tersebut. Ia pernah meminjam alat berat ke PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah. Selain itu, saat ini DLHK sedang mengupayakan pembelian alat berat untuk ditempatkan di TPA Muara Fajar. Hanya saja, untuk membeli alat berat tersebut, ada beberapa aturan yang harus dilalui.

“Maunya saya, kalau bisa beli dan hari ini langsung dibawa ke sana,” ujarnya.

Agus menargetkan, selambat-lambatnya 45 hari kedepan sudah ada pemenang lelang pengelolaan sampah sehingga kondisi bakal kembali normal seperti semula.

“Sebelum tanggal 15 Januari ini. Kalau bisa secepatnya,” pungkasnya.