Covid-19 Belum Sirna di 2020, Ini Himbauan FKPMR untuk 2021

Chaidir.jpg
(Hasbulah Tanjung)

RIAUONLINE, PEKANBARU- Hampir sepanjang tahun 2020, dunia terus diterpa pandemi Covid 19. Sejak korban pertama di Indonesia diidentifikasi pada bulan Maret 2020 sampai dengan hari-hari akhir tahun 2020, korban tragedi COVID-19 masih terus berjatuhan. 

 

Hal ini menjadi catatan tahunan oleh Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) yang berharap sinergi pemerintah diperkuat di 2021.

 

 

"Kita Mendukung Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten dan Kota bersama DPRD dan instansi vertikal lain untuk melaksanakan sungguh-sungguh

pendekatan tatakelola kolaboratif dengan cara mengajak,merangkul, bahu-membahu berbagai komponen masyarakat seperti

untuk melaksanakan Protokol Kesehatan secara konsekuen," tulis ketua FKPMR, Chaidir, Kamis 31 Desember 2020. 

 

Laporan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyebutkan, jumlah kasus sampai beberapa hari menjelang akhir Desember 2020 total tercatat 700.097 kasus. Jumlah orang yang meninggal total 20.847 korban jiwa.

 

COVID-19 telah mengakibatkan resesi ekonomi, yang ditandai dengan menurunnya

investasi, meningkatnya jumlah pengangguran, menurunnya produksi, meningkatnya PHK, dan menurunnya daya beli masyarakat.

 

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar untuk penanggulangan COVID-19, dan terpaksa mengubah alokasi anggaran pembangunan.

 

Namun demikian Chaidir melihat secara umum di berbagai daerah termasuk di Riau strategi dan program penanggulangan COVID-19 yang dilaksanakan belum efektif. 

 

"Buktinya, tingkat penularan masih tinggi. Bahkan dana sosial bantuan langsung untuk menolong masyarakat, belum terealisasi sebagaimana diharapkan, tidak tepat sasaran, metoda penyampaian bantuan kurang efektif, terindikasi pula bantuan itu dikurangi dengan berbagai alasan administrasi, bahkan disalahgunakan," jelas Chaidir. 

 

Pandemi belum ada tanda-tanda akan segera berakhir. Laporan kasus positif tertular dan korban jiwa masih fluktuatif. Bahkan varian virus Corona baru justru ditemukan. 

 

"Justru menjelang akhir tahun ini kemarin kita dibuat khawatir karena tersiarnya berita dari Inggris, diidentifikasi varian virus baru Corona yang dikenal sebagai SARS-CoV-2/B117 yang mengalami mutasi genetika dengan tingkat penularan mudah

menular," ujar Chaidir. 

 

Langkah Pemerintah dengan melakukan lock-down, melarang orang asing tanpa kecuali memasuki wilayah Indonesia selama dua pekan ke depan. Menurut Menteri Kesehatan, Vaksin COVID-19 diyakini ampuh mencegah B117. 

 

Namun Chaidir melihat tantangan yang akan dihadapi tenaga kesehatan yakni kepercayaan masyarakat terhadap langkah penanganan oleh pemerintah

 

"Masalahnya kita berhadapan dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap langkah-langkah penanganan COVID-19 yang sering terkesan gonta-ganti kurang konsisten," ujarnya. 

 

Atas hal ini, Chaidir Menghimbau masyarakat dengan penuh kesadaran untuk ikut bersama-sama pemerintah mencegah penyebaran COVID-19 dengan melindungi keluarga masing-masing. Tidak sepenuhnya melempar tanggungjawab pencegahan

penularan COVID-19 kepada Pemerintah.

 

 

Selain itu ia juga mendukung pelaksanaan hukuman yang berat bagi pejabat dan jajarannya yang menyalahgunakan wewenang dalam program penanggulangan COVID-19.