Transaksi Jual Beli di Pasar Bawah Mulai Ramai

oleholeh.jpg
(/ Laras Olivia / Riau Online)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Sejumlah pengunjung silih berganti datang ke lantai 2 Pasar Bawah Pekanbaru, Minggu (20/12) sore. Mereka mencari aneka makanan ringan dan penganan khas di pasar wisata itu.

Banyak dari pengunjung langsung menyambangi gerai oleh-oleh untuk berburu makanan ringan atau minuman. Tak hanya itu, sejumlah gerai kerupuk juga menjadi incaran pengunjung.

Meski masih dalam pandemi Covid-19, aktivitas di pasar ini sudah kembali ramai sejak beberapa bulan belakangan.

Sejak pandemi melanda pada Maret 2020, pasar itu sepi pengunjung. Ancama bangkrut menghantui sejumlah pedagang yang tidak bisa bertahan dengan transaksi seadanya selama enam bulan.

Heri, seorang penjual keripik sanjai merasa beruntung bisa bertahan hingga kini. Ia sempat merasa khawatir namun tetap buka walau tidak ada yang datang untuk membeli.

"Satu hari cuma satu atau dua orang saja yang berbelanja. Sepi sekali pembeli, apalagi waktu lock down kemarin," katanya kepada Riau Online.

Menurutnya, pandemi sangat berdampak untuk penjualan sehingga omset merosot drastis kala itu. Ia tetap berjualan aneka kerupuk sanjai dan bolu kemojo pada Maret lalu. Namun diakuinya banyak menghabiskan waktu menunggu daripada melayani pembeli.

Kondisi semakin parah sejak April hingga memasuki Juni. Satu hari omset penjualan kerupuk sanjai ini hanya Rp 500.000.

"Waktu normal bisa omset 8 juta sehari. Kalau pandemi, sepi luar biasa dan penjualan merosot," kenangnya.

Beruntung bisnis yang ia geluti bersama sejumlah rekannya sesama penjual kerupuk sanjai di pasar bawah mulai pulih. Ia menyebut pasca Idul Fitri lalu penjualan kembali normal.

Kini menjelang Natal dan libur tahun baru, pembeli pun sudah berdatangan. Mereka yang hendak membeli kerupuk sanjai berasal dari luar daerah seperti Jakarta, Bandung dan Malaysia.

"Kalau Sabtu dan Minggu bisa ramai sekali, sudah mulai normal lagi penjualan," ucapnya.