Sepekan Jadi Putri Hijab Indonesia 2020, Aulia Masih Merasa Tak Percaya

Aulia-Fajriyati2.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU-Gadis berjilbab coklat itu tersenyum ramah. Sembari meletakkan botol minumnya, gadis bernama lengkap Aulia Fajriyati ini bercerita tentang banyak hal. Selempang Putri Hijab Indonesia yang ia pakai menambah anggun dirinya. Lia, begitu ia biasa disapa.

Gadis yang masih menyelesaikan strata duanya di magister kesehatan masyarakat ini berhasil menyabet gelar Putri Hijab Indonesia yang dilaksanakan di Crowne Plaza Hotel Bandung, Jumat, 4 Desember 2020.

 

Untuk sampai di posisi Putri Hijab Indonesia, bukan hal yang mudah bagi seorang Lia. Ditambah lagi, diawal ia mengikuti seleksi Putri Hijab untuk Provinsi Riau, kedua orang tuanya sempat a2020, Lia merasa jenuh hanya beraktivitas di rumah saja. Pandemi Covid-19 membuat dirinya tidak bisa kemana-mana.

“Stay at home. Di rumah aja. Jadi bingung mau ngapain,” ujarnya.

Saat dirinya tengah berselancar di sosial media, ia menemukan informasi dibukanya pemilihan Putri Hijab Riau. Sejak duduk dibangku SMA, gadis cantik penggiat di Komunitas Sehat Herbalife ini memang menginginkan untuk bisa berkecimpung dalam dunia pemilihan seperti ini.

Duduk dibangku kuliah srata satu, untuk mewujudkan impian masa SMA-nya, Lia mengikuti beberapa kompetisi pemilihan. Dari beberapa pemilihan itu, ia menyabet Miss Hijab Tahun 2013 dan Top 10 Hijab Hunt Riau.

Tak hanya sampai disitu, untuk semakin mengasah skill public speakingnya, Lia mulai aktif berbicara di public melalui komunitas yang ia ikuti. Karena menurut Lia, public speaking itu harus dilatih sejak dini. Bukan sesuatu hal yang langsung ada begitu saja.

“Butuh proses. Nggak ujug-ujug langsung bisa gitu aja,” katanya sembari tersenyum.

Lia berujar, proses inilah yang tidak semua orang mau untuk menjalaninya. Mungkin diawal proses berlatih public speaking ini, akan terasa berat, tapi setelah menjalaninya, semuanya akan terasa mudah.

“Hal lain untuk lebih mengasah public speaking adalah dengan menambah wawasan,” ucapnya.

Lia mengumbar senyum, lalu kembali melanjutkan ceritanya. Saat memutuskan untuk mengikuti pemilihan Putri Hijab Riau, Lia sama sekali tidak yang terlalu ‘ngoyo’ untuk menang, tapi bukan berarti ia tidak memberikan semaksimal yang ia bisa.

“Tentu berusaha memberikan yang terbaik, cuma masalah hasil, itu ditangan Allah,” ujarnya.

Tahap demi tahap dilalui Lia secara online, mulai dari administrasi, wawancara, hingga penampilan bakat secara online. Untuk penampilan bakat sendiri, Lia menampilkan puisi. Gadis itu memang pecinta dunia puisi. Ia sangat suka menulis puisi dan juga membacakannya.

Saat pengumuman, dirinya dinyatakan lolos bersama 14 orang lainnya dari seluruh kota di Riau. Menjadi 15 besar tidak lantas membuat seorang Lia cepat puas. Ia tetap harus kembali menyiapkan diri untuk berkompetisi hingga kemudian dirinya dinyatakan lolos hingga tiga besar.

Lia mengatakan, proses dari pemilihan 15 besar hingga tiga besar hanya membutuhkan waktu selama dua minggu. “Cepat karna biar bisa menyiapkan untuk ke nasional.”

Tiga besar dalam pemilihan Putri Hijab Riau ini diutus membawa nama Riau ke kancah nasional, Lia salah satunya. Ada beberapa bulan jeda waktu untuk mempersiapkan diri di kancah nasional dimanfaatkan Lia semaksimal mungkin. Bagi Lia, berada diposisi tiga besar dari Riau ini berarti dirinya memiliki tanggung jawab untuk mengharumkan nama Riau.

“Ini bawa nama Riau, ada amanah dan tanggung jawab yang dipikul,” kata gadis berkulit putih ini.

Sembari merapikan duduknya, gadis itu menghela nafas. Pengalaman karantina selama di Bandung yang hanya berjalan dua harian itu masih membekas dibenaknya. Menurutnya, walaupun dua hari karantina karena masa pandemi, tapi kegiatannya cukup padat.

Mulai dari belajar public speaking dan lain sebagainya. Salah satu hal yang paling berkesan bagi Lia adalah saat dirinya bertemu dengan ke-49 finalis dari perwakilan di 17 provinsi di Indonesia.

“Kesemua finalisnya itu sosok-sosok yang luar biasa. Aku belajar banyak dari mereka,” kata Lia.

Bahkan Lia merasa insecure dengan finalis-finalis yang ia temui ini, tapi rasa insecure ini tentu saja tidak membuat dirinya lantas down begitu saja. Rasa insecure ini membuat dirinya semakin semangat untuk terus belajar dan berproses untuk menjadi lebih baik lagi.

Hingga kemudian, jalan takdir membuat gadis itu berhasil menjadi Putri Hijab Indonesia dan mengharumkan nama Riau di kancah nasional. Lia berujar, seminggu setelah pengumuman, dirinya benar-benar belum percaya.

“Semakin bertambahnya amanah,” katanya setelah menyandang gelar sebagai Putri Hijab Indoneia 2020. Kedepannya, gadis itu ingin sekali bisa memberikan manfaat bagi sekitar dan lingkungannya.

Tak hanya itu, Lia pun ingin mengabdikan diri ke masyarakat-masyarakat terpencil nantinya. Kepada generasi muda, Lia berujar bahwa apapun yang terjadi pada diri sendiri, itu diri sendiri yang menentukan.

Mau sukses, mau malas, mau berusaha, semua itu pilihan yang diri sendiri ambil. “Maka ambillah pilihan yang baik buat diri sendiri,” pungkasnya.