Ternyata Tidak Semua Peserta Didik Ikuti Rapid Tes, Apa Ngak Bahaya?

Belajar-tatap-muka9.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PEKANBARU- Peserta didik di Kota Pekanbaru rencananya bakal belajar tatap muka pada awal tahun 2021. Rencana ini seiring wacana belajar tatap muka dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim.

 

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus menyebut bahwa jumlah peserta didik untuk tingkat SD dan SMP mencapai ratusan ribu orang. Nantinya tidak semua anak bakal menjalani rapid test.

 

 

 

Menurutnya, rapid test hanya berlangsung di sekolah yang menjadi sampel. Mereka yang hasilnya reaktif bakal menjalani swab test.

 

Selanjutnya proses belajar mengajar berlangsung setelah dua pekan pasca test. "Alat test memang terbatas jadi tidak semua anak bisa dapat rapid test," terangnya, Jumat 11 Desember 2020.

 

Firdaus pun mendorong Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menghitung kebutuhan alat rapid test. Ia juga meminta nantinya tersedia alat rapid test siaga di puskesmas.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas memperkirakan kebutuhan alat rapid test bagi 2.500 peserta didik.

 

 

Pihaknya mengambil sampel di TK, SD dan SMP. "Jadi kita ambil sampel di TK, SD dan SMP yang besar," ujarnya.