Bagikan Sembako hingga Bikin Sumur, Ini Deretan Aksi ACT Riau

ACT-Riau3.jpg
(ACT Riau)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Di jalan HR Soebrantas Panam, No.84C Kelurahan Tobek Godang, Tampan, Kota Pekanbaru, Riau terdapat sebuah kantor yayasan bidang sosial bernama ACT (Aksi Cepat Tanggap) cabang Riau. 

 

Yayasan ini sangat aktif menjalankan misi sosial untuk masyarakat membutuhkan. ACT Riau memiliki beberapa program untuk dijalankan dengan semangat kemanusiaan tinggi.

 

Kegiatan kemanusian rutin dilakukan ACT Riau yaitu memberikan paket Sembako (Sembilan Bahan Konsumsi). ACT Riau juga memiliki program bernama sumur wakaf. Sumur wakaf sudah dibangun sebanyak 26 titik dan masih terus dilakukan penambahan di lokasi lainnya. Sasaran pembangunan sumur wakaf yaitu daerah terpencil di sekitar mushola, pondok pesantren dan sekolah. 

 

 

 

“Sumur wakaf ini dilengkapi dengan pembangunan MCK (Mandi Cuci Kakus) dan sanitasinya,” ungkap Wahyu Fitra, Head Of Markom ACT Riau. 

 

ACT Riau juga mengadakan bantuan untuk pembangunan masjid atau mushola, sekolah dan rumah.  Saat masa hari raya kurban, ACT Riau melakukan pengumpulan dana kurban untuk disalurkan ke lokasi mayarakat lebih membutuhkan. 

 

“Dana kurban bisa disalurkan ke masyarakat lokal bisa juga ke masyarakat global seperti, Palestina, Yaman, Rohingya dan sudut-sudut wilayah lainnya,” katanya. 

 

Selain itu, yayasan sosial ini juga memiliki program lumbung sedekah pangan. Program ini diperuntukkan orang ingin berdonasi dalam bentuk barang. Sebab banyak yang datang kepada ACT Riau meminta kebutuhan hidup sehari. 

 

“Tapi kami harus tetap selektif, tidak begitu saja memberikan kepada setiap orang yang datang,” ujarnya.

 

Bencana wabah Covid-19 juga menjadi sebuah misi bagi ACT Riau untuk membantu masyarakat terdampak yang sulit memenuhi kebutuhan hidup. ACT gencar melakukan edukasi untuk saling membantu sesama manusia.

 

Langkah dilakukan melalui media sosial, menggandeng berbagai komunitas, media, para mitra untuk menyebarkan informasi terkait pengumpulan donasi.

 

Kegiatan pertama dilakukan ACT Riau yaitu melakukan pembagian masker bagi masyarakat. Sebab saat awal pandemi masker sangat sulit untuk di dapatkan. 

 

“Meski mungkin tidak terlalu berdampak besar tapi itu adalah bentuk antisipasi dari kami,” kata Wahyu.

 

Selanjutnya ACT Riau melakukan kegiatan operasi makan gratis dan beras gratis. Sasaran program ini adalah pelaku usaha ultra mikro. 

 

Namun, ACT Riau sendiri juga sebenarnya terkena dampak akibat Covid-19. Wahyu, menyatakan, semangat berbagi masyarakat tetap tinggi tapi jumlah nominal donasi saat pandemi mengalami penurunan. 

 

“Saat pandemi orang yang membutuhkan bertambah, tetapi nominal donasi berkurang,” ucap Wahyu. 

 

Bagi Wahyu, kegiatan paling berkesan selama bergabung jadi bagian ACT Riau yaitu mendatangkan orang Palestina memiliki yayasan di Gaza. Tujuannya untuk memberikan kajian alasan Palestina harus dibantu. 

 

“Kami datangkan langsung syeh-syeh dari Palestina secara langsung,” ungkapnya.

 

Mereka akan bercerita tentang sulitnya bertahan hidup di Gaza, Palestina. Sehingga dari mereka Wahyu dapat belajar untuk lebih bersyukur hidup di negara merdeka. 

 

Selain itu, melalui program-program mulia ACT Riau Wahyu merasakan nikmatnya bisa berbagi kepada orang membutuhkan. Ia kerap melihat orang sangat berterimakasi hingga menadahkan tangan untuk memanjatkan doa karena sudah beri donasi. 

 

 

“Ketika bisa membantu meringankan beban orang lain, ada sisi dalam hati terasa lapang dan ikut bahagia,” jelasnya.

 

Jika ingin mengetahu info lebih terkait ACT Riau maka dapat langsung lihat di media sosial Instagram @act_riau.