Ingatkan Pentingnya Prokes, Asia Farm Bikin Patung Corona Raksasa

Asia-Farm2.jpg
(Hidayatul Fitri/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sektor pariwisata termasuk paling terdampak akibat Covid-19. Adanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) melumpuhkan Asia Farm berlokasi di Jalan Badak Ujung, Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau. Asia Farm terpaksa harus tutup dan menaati anjuran pemerintah.

“Padahal sebelum Covid-19 antusias masyarakat sedang sangat bagus,” kata Edi Kartono, manager Asia Farm pada Jumat, 4 Desember 2020.

 

Omzet menurun hingga 100 persen. Tidak ada pemasukan dari pengunjung satu orang pun. Sebab tempat wisata memang diwajibkan tutup pada masa PSBB.

Selama pandemi berlangsung Asia Farm memanfaatkan waktu untuk mengembangkan fasilitas. Tempat wisata berkonsep peternakan ini fokus merawat hewan ternak.

Ketika memasuki era new normal bagai angin segar untuk Asia Farm. Anjuran protokol kesehatan dipatuhi dan dilaksanakan dengan sebaik mungkin di Asia Farm agar pengunjung tidak perlu khawatir.

“Semua protokol kesehatan kami perhatikan agar pengunjung merasa lebih aman dan nyaman,” tegasnya.

Omzet Asia Farm berangsur naik setelah era new normal sekitar 50 - 60 persen.

Selama masa pandemi Asia Farm mewajibkan pengunjung menggunakan masker. Suhu tubuh standar ditetapkan Asia Farm maksimal 37,5 derajat celcius.

“Sempat kejadian ada pengunjung memiliki suhu tubuh di atas 37,5 kami larang masuk, protokol kesehatan harus dijaga dengan tegas,” ungkapnya.

Asia Farm menyediakan puluhan tempat cuci tangan dan sabun. Tempat duduk juga dilakukan pembatasan untuk menjaga jarak pengunjung.

Selain itu, terdapat staf untuk memantau aktifitas pengunjung agar selalu patuh dengan protokol kesehatan selama berada di area wisata.

“Akan selalu ada staf kami yang berkeliling memantau pengunjung,” katanya.

Pengeras suara tersebar di area Asia Farm juga digunakan untuk memberikan himbauan.

“Kami sudah standarkan setiap beberapa lagu akan ada himbauan protokol kesehatan,” ujarnya.

Adanya wabah Covid-19 di sepanjang tahun 2020 memunculkan ide tim Asia Farm membangun sebuah patung raksasa berbentuk virus corona.

“Pandemi karena virus corona di tahun 2020 inikan jadi sejarah sehingga kami berinisiatif membuat patungnya sekaligus agar mengedukasi pengunjung agar tetap hati-hati,” ujarnya.

Namun, penampakan patung ini terlihat lebih imut dilengkapi sketsa wajah dan warna merah muda dan ungu. Patung corona imut ini ingin menyampaikan pesan bahwa tidak perlu takut dengan adanya Covid-19 tetapi harus tetap berhati-hati agar terhindar dari virus tersebut.

Edi berharap pandemi segera berlalu sehingga perekonomian terutama sektor pariwisata bisa kembali seperti sediakala.

Jika ingin mengathui lebih tentang Asia Farm langsung diakses melalui Instagram @asiafarm.id.