Suka Memanah dan Mau Jadi Atlet Berkuda? ke Horse Power Tambusai Aja

Horse-Power-Tambusai2.jpg
(Aldo Nugraha/Horse Power Tambusai)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Menemui orang menunggangi kuda masih sangat jarang di Provinsi Riau. Namun, di Pekanbaru saat ini sudah ada tempat wisata berkuda bernama Horse Power Tambusai.

Horse Power Tambusai memfasilitasi orang-orang yang ingin berniat belajar dan mendalami olahraga berkuda sebagai atlet bersama Pordasi (Persatuan Olahraga Berkuda Se-Indonesia) Pekanbaru.

 

Aldo Nugraha, akrab disapa Aldo, pendiri Horse Power Tambusai sekaligus Ketua Pordasi Pekanbaru, menekankan dua syarat utama yaitu berani dan mencintai kuda untuk menjadi seorang atlet berkuda.

 

Jika sudah memiliki sifat berani ditambah dengan mencintai kuda dalam kegiatan menunggangi kuda maka pelatih akan lebih mudah dalam proses latihan menjadi seorang atlet.

 

“Kalau sudah berani dan bisa mencintai kudanya prosesnya akan cepat, paling empat pertemuan saja sudah bisa,” kata Aldo.

 

Ketika takut dengan kuda maka proses pelatihan akan memiliki proses yang lambat dan memakan waktu lama. Namun, ada pula yang berani tetapi kasar dengan kuda. Hal ini juga menjadi masalah jika ingin menjadi seorang atlet.

 

“Duh sakit hati rasanya kalau melihat ada orang yang kasar dengan kuda,” ucapnya.

 

Menurut Aldo, agar bisa hebat menunggangi kuda harus bisa menaklukkan kudanya terlebih dahulu. Sama halnya dengan memperlakukan manusia.

 

“Kalau dikasarin dia marah, kalau dibiarin dia ngelunjak,” ungkapnya.

 

Untuk menaklukkan kuda harus dilatih dengan tegas agar bisa fokus.

 

“Kadang saat berlatih kuda melihat rumput langsung mau makan, tetapi kita harus tegas pada kuda untuk tidak membolehkannya makan saat berlatih,” jelasnya.

 

Menjadi penunggang kuda tidak membedakan umur dan gender. Perempuan pun bisa menjadi penunggang kuda. bahkan Aldo menyatakan perempuan bisa lebih mudah belajar menunggangi kuda.

 

“Perempuan bisa lebih hebat dibandingkan laki-laki diatas kuda karena perempuan bisa lebih mengerti cara meperlakukan kuda. Sehingga lebih cepat membangun kedekatan,” kata Aldo.

 

Olahraga berkuda melibatkan dua nyawa yaitu nyawa penunggang dan nyawa kuda itu sendiri. Sehingga yang bisa hebat menunggangi kuda ketika dua pemilik nyawa tersebut bisa saling bekerjasama.

 

Makanan bagi kuda adalah sumber tenaga. Sedangkan latihan adalah kunci untuk terus meningkatkan kemampuan kuda atlet.

 

Perawatan kuda tergolong mudah seperti hewan pada umumnya.

 

“Harus dimanja, dimandiin, bulunya digosok dan dilap dengan handuk,” ujarnya.

 

Kuku kaki kuda harus diberi perawatan tepat. Kuku harus sering dibersihkan. Sepatu kuda juga harus diganti tiap bulan.

 

Kuda sudah bisa dipasangkan sepatu sejak umur 2 tahun karena usia tersebut kuda sudah siap untuk ditunggang.

Tantangan sebagai seorang atlet berkuda yang utama adalah mampu melatih dan membuat kuda patuh terhadap perintah.