Aldo Banting Stir Jadi Atlet Berkuda Berkat Dorongan Ustad Abdul Somad

Horse-Power-Tambusai3.jpg
(Aldo Nugraha/Horse Power Tambusai)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Banyak orang tidak tahu bahwa di Riau terdapat hewan kuda yang dilatih menjadi kuda atlet. Begitu pula dengan profesi atlet berkuda, masih banyak orang tidak sadar keberadaan atlet berkuda bertalenta berasal dari Riau.

Contoh nyatanya adalah Aldo Nugraha, atlet profesional berkuda asal Riau. Saat kecil ia memang senang bermain sambil melihat kuda tetangga. Tetapi saat itu tidak ada terlintas dibenaknya untuk menjadi seorang atlet berkuda.

 

Ia kerabat dekat dari ustaz kondang Abdul Somad. Ia mendapatkan pencerahan dan dukungan untuk mendalami olahraga berkuda dari Abdul Somad.

Ia berniat untuk menjadikan olahraga berkuda sebagai ladang dakwah. Sebab berkuda merupakan olahraga sunah (dianjurkan) bagi umat Islam.

“Saya pikir harus ambil ladang dakwah ini,” ujarnya.

Kemudian ia mengambil sekolah berkuda di Bandung pada tahun 2014. Ia belajar dan dididik dengan sistem militer. Lalu ia juga belajar dengan pengurus Pordasi (Persatuan Olahraga Berkuda Se-Indonesia) pusat. Aldo sangat gigih ingin menjadi atlet berkuda profesional.

Aldo pernah menjadi perwakilan di kejuaraan PON (Pekan Olahraga Nasional) cabang berkuda jumping (lompat rintang), cabang berkuda jarak jauh di SEA GAMES dan cabang berkuda memanah di Turki.

Untuk fokus mendalami olahraga berkuda ia meninggalkan dunianya sebagai seorang lulusan arsitektur. Setelah berlatih 2 tahun, ia harus menjalani karantina selama 6 bulan untuk menjadi seorang atlet PON dan dikarantina selama 1 tahun untuk ajang SEA GAMES.

 

“Selama dikarantina tidak ngapa-ngapain selain berkuda saja,” ungkapnya.

Aldo, mengaku, selalu melakukan yang terbaik untuk mendalami ilmu berkuda. Ia sempat mengalami kecelakaan saat menunggangi kuda hingga harus dioperasi.

Aldo juga sempat diundang ke Arab Saudi untuk mengajar berkuda. Ia mendapatkan izin tinggal sehingga bisa melaksanakan ibadah haji tiap tahun selama di negara tersebut. Ia juga pernah mengajar di Malaysia dan diminta juga oleh orang Thailand.

 

“Saya juga diminta oleh orang Turki untuk mengajar disana, padahal dulu saya belajar sama orang Turki,” katanya.

Aldo, mengaku, sangat jarang berada di Indonesia sejak mendalami olahraga berkuda.

Aldo saat ini menjabat sebagai ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordaso) Pekanbaru. Sehingga ia memiliki tanggung jawab untuk mencari kader atlet berkuda di Riau.

Sebagai ketua Pordasi Pekanbaru, Aldo meredam keinginannya untuk menjadi atlet lebih hebat. Ia merasa bertanggung jawab untuk mengembangkan olahraga berkuda di Pekanbaru. maka saat ini ia fokus mengkader dan membina atlet-atlet berkuda di Pekanbaru.

Aldo, mengungkapkan, atlet berkuda di Riau sangat banyak. Pada cabang berkuda memanah yang ia bina memiliki jumlah atlet terbanyak di Indonesia dengan jumlah sekitar 50 orang. Cabang berkuda jumping sekitar 30 orang atlet.

“Kalau cabang berkuda endurance (ketahanan menunggang kuda) lebih banyak lagi,” ujarnya.

Aldo bercita-cita ingin membawa atlet-atlet binaannya berkiprah hingga ke ranah internasional.