Bermodal Rp300 Ribu, Bisnis Online Fifi Kini Beromset 120 Juta Perbulan

barang-online.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Toko moeslimacare.id yang terletak di Jalan Kereta Api terlihat ramai. Beberapa orang keluar masuk toko. Pemilik toko dibantu dua orang karyawannya tampak sibuk mengurus orderan reseller dan custumernya. Namanya Fifi Pradina, perempuan berusia 24 tahun ini adalah owner bisnis @moeslimahcare.id, @berlbeauty.ind, @albanastore.id, dan @ziyaabeauty.id.

Semua bisnis yang dijalanin ibu dua orang anak ini memang masih berbasic online, tapi untuk toko offlinenya diberi nama moeslimahcare.id.

Fifi, begitu ia biasa disapa. Sembari bercerita, perempuan yang sedang sibuk mengejar gelar strata satunya ini mengatakan bahwa sejak kecil, memang suka berjualan.

Duduk dibangku sekolah menengah pertama, setiap ke sekolah, Fifi menenteng dua kantong besar pesanan teman-temannya, karena kebetulan waktu itu, orang tuanya membuka kedai harian di rumah. Berjualan tidak membuat Fifi kecil merasa malu.

Disaat anak seusianya menghabiskan waktu untuk bermain dan meminta uang kepada kedua orang tuanya, Fifi kecil justru membantu kedua orang tuanya berjualan. Memasuki bangku kuliah, semangat perempuan itu semakin menggebu-gebu. Kuliah ataupun aktivitas lainnya tidak menyurutkan Fifi untuk memiliki bisnis.

Saat kuliah itu, Fifi membuka bisnis @fradinasyari yang menjual berbagai macam hijab muslimah syari. Di sini ia tidak hanya sebagai reseller, tapi juga memproduksi brandnya sendiri.

“Jadi sambil kuliah, sambil jualan hijab. Kepasar cari bahan, ke tukang jahit, setelah itu baru didistribusikan. poto produkpun sendiri,” katanya.

Karena kepiwainnya dalam berdagang, @fradinasyari memiliki beberapa reseller yang tersebar di seluruh Indonesia. Di tahun 2017, Fifi memutuskan untuk menikah muda. Tentu saja hal ini sudah dipertimbangkannya secara matang. Memasuki Mei 2018, Fifi tengah mengandung anak pertamanya.

Bisnis hijab @fradinasyarinya terbengkalai, karena Fifi merasa cukup meripotkan jika semuanya harus ia lakukan sendiri. “Waktu itu belum ada karyawan,” ceritanya.

Akhirnya, @fradinasyari vakum. Karena terbiasa berjualan, Fifi merasa ada yang kurang. Bagi ibu dari Zayyan dan Ziya ini, berjualan adalah hobynya yang bisa menghasilkan. “Jadi pas nggak jualan itu rasanya aneh.”

Fifi kemudian mencari suplier-suplier skincare dan masker via instagram. Awal Mei 2018 itu juga, Fifi membuka @moeslimacare.id dengan modal awal Rp 300 ribu yang diberikan kedua orang tuanya.

“Dikasih mama Rp 300 ribu waktu itu, akhirnya ngejual masker spirulina dan mangkuk masker,” ujar perempuan berlesung pipit ini.

Semakin hari semakin ditekuni, kini omzet Fifi mencapai Rp 120 juta perbulan dan sudah menjadi distributor beberapa brand masker dan kosmetik wilayah Pekanbaru. “Omzet dibulan awal jualan itu Rp.2,900 ribu. Beberapa bulan kemaren tembus 100 juta. Sekarang bisa 120 juta bahkan 130 juta.”

***

Membangun bisnis hingga beromzet Rp 120 juta perbulan bukan hal yang mudah bagi seorang Fifi. Butuh ketekunan, jam tidur yang berkurang ditambah lagi harus mengurus anak serta tugas kuliah. Butuh kedisiplinan. Harus belajar juga dari bulan-bulan sebelumnya agar dibulan berikutnya bisa lebih baik.

Selama proses dirinya membangun bisnis, ada fase dimana ia juga merasa capek, lelah, dan ingin berhenti, tapi semua itu tak pernah dilakukannya. Fifi tetap berjalan maju melewati berbagai rintangan yang ada bersama suaminya.

“Pernah hujan-hujanan ke ekspedisi hanya untuk mengantarkan satu paket,” ceritanya mengenang.

Untuk sampai di titik ini, Fifi sama sekali tak pernah menyangka. Justru awalnya ia berfikir, berbisnis masker dan skincare ini hanya bisnis main-main. Siapa sangka, bisnis yang awalnya ia kira main-main ini justru mengantarkan dirinya kepada kesuksesan.

Bagi pebisnis pemula, Fifi tak segan-segan memberikan tips berbisnis ala dirinya. Pertama, harus konsisten dan tidak gampang menyerah. Kedua, berikan promo menarik dan gift-gift menarik bagi pembeli agar pembeli kembali membeli lagi.

“Yang ketiga, jangan malu promosi juga di akun media sosial kita,” pungkasnya.