Turun Gunung Jadi Juru Kampanye, Ini Alasan UAS, Netizen Sayangkan

Ustad-abdul-somad11.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Ustaz Abdul Somad ternyata benar-benar total dalam menjadi jurkam pasangan calon Bupati Rohul nomor 3, Hafith-Erizal. Bahkan, Ustadz kondang tersebut sempat berkampanye sebelas desa dalam sehari pada 23 November 2020 lalu.

Ia menyebut, ia berhutang kepada Rokan Hulu sehingga bertanggung jawab membawa Rohul lebih baik. 

 

 

 

"Saya jauh-jauh datang dari Pekanbaru karena berhutang saya berhutang ke Rohul. Sekarang banyak masyarakat mengadu ke saya merindukan Rohul yang dulu" ujar UAS saat berkampanye di Desa Batas, kecamata. Tambusai. 

 

Dalam rangkaian lawatan tersebut, Ustadz Abdul Somad setidaknya menyampaikan empat alasan mengapa ia menyokong pasangan Hafith-Erizal. 

 

Pertama, karena radio yang menyebarkan ceramah ustadz Abdul Somad di Islami center dihidupkan nomor tiga, yakni Hafith Syukri yang semasa itu menjadi wakil Bupati. 

 

Kedua Karena yang dulu mengundang ustadz Abdul Somad pengajian setiap malam Kamis Minggu ketiga adalah Hafith Syukri. 

 

Ketiga, Yang bawa ustad live tahun 2010-2016 adalah Hafith Syukri, dan terkahir pasangan Hafith-Erizal bisa menghidupkan kembali Madani TV yang menyiarkan ceramah UAS sebelum ia terkenal.

 

UAS menyebut, pasangan Hafith-Erizal adalah tumpuannya dalam membangkitkan Rokan Hulu, negeri seribu suluk baldatun toyibban. 

 

Keputusan UAS ikut berpolitik ini menjadikan pro-kontra antara masyarakat. Sebagian masyarakat terutama pendukung Hafith-Syukri mendukung penuh keputusan UAS turun ke panggung politik 

 

"Hati masyarakat semakin Yaqin ketika ulama besar kita turun gunung ke Rohul, demi sama sama membangun kembali Negri seribu suluk ini," ujar Buaminto Cak Ali. 

 

Namun banyak juga netizen yang menyayangkan keputusan UAS yang berpolitik praktis. 

 

"Kasihan yg terhormat UAS diseret ke ranah politik, biasanya pengalaman dulu sekalipun ustadz popularitas terseret ke ranah politik akan bermasalah karena pandangannya cendrung tendensius, cuma berbagi diskusi" ujar pengguna Sarpan SKM

 

 

Hal senada disampaikan pengguna Mari Blancoz "Tak elok UAS sebagai ulama Besar masuk ke Politik" ujarnya.