Laboratorium Biomolekuler Pekanbaru Masih Terkendala Izin

rs-madani.jpg
(olivia)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Izin operasional laboratorium biomolekuler atau labmol di RSD Madani, Kota Pekanbaru masih belum terbit.

Mereka masih menanti perizinan dari Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Kondisi ini menjadi satu kendala dalam membantu memeriksa sampel swab test Covid-19.

Rencanaya, laboratorium ini guna membantu pemeriksaan sampel swab test yang selama ini diperiksa di labmol RSUD Arifin Acmad.

"Sampai saat ini masih belum terbit, jadi belum bisa layani pemeriksaan sampel dari luar RSD Madani," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy.

Menurutnya, labmol di rumah sakit pemerintah kota tersebut hanya bisa memeriksa sampel internal. Mereka cuma bisa memeriksa sampel swab test pasien dari RSD Madani.

Informasi sebelumnya, kapasitas labmol mencapai seribu sampel. Ada tiga mesin PCR di laboratorium. Satu mesin PCR bisa memeriksa 350 sampel.

Dikatakannya Zaini, labmol di RSD Madani sudah memasuki tahap uji coba pada akhir pekan kemarin. Proses uji coba berlangsung tanpa kendala.

"Sampel dalam uji coba tahap awal tidak banyak. Saat ini proses pemeriksaan sampel untuk pasien internal sudah bisa dilakukan," ujarnya.