Dibanting dan Diusir Sang Ayah karena Masuk Islam, DN Tak Bergeming

Bersyahadat13.jpg
(DEFRI CANDRA/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Memeluk agama Islam memang butuh kekuatan mental yang kuat untuk menghadapi segala bentuk gejolak yang datang dari pihak keluarga ataupun kerabat yang masih belum bisa menerima keadaan dan kenyataan.

 

Hal ini dialami pria DN kelahiran Pekanbaru 25 Februari 1989 yang mendapat penolakan keras dari ayah kandungnya.

 

 

 

Saat ditanya apakah benar DN saat masuk Islam mendapat perlakuan tak baik oleh ayahnya, DN menjawab iya.

 

"Saat saya bilang mau masuk Islam, ayah marah, dan membanting saya. Untung adik perempuan saya menyuruh saya lari karena iba melihat saya," ucap DN dengan takut kepada RIAUONLINE.CO.ID, Jumat 27 November 2020.

 

"Saat ini saya sudah diusir dan tidak boleh balik kerumah, saya sekarang tinggal bersama teman saya di Pekanbaru," pungkasnya.

 

Dari pantauan Riauonline, saat membaca syahadat, memang DN agak terbata-bata membacanya, bahkan Pengurus Mualaf Center, Ir Rubianto sampai mengeja beberapa kali sampai bacaan DN jelas dan tak kaku.

 

Apakah ini karena kondisi ketakutan, atau ada hal lain, masih menjadi tanda tanya. Untuk sekarang pengurus meminta DN tetap sabar dan Ikhlas dalam cobaan ini.