Roger Datang ke Bonbin Kasang Kulim karena Pengin Lihat Orangutan

Bonbin-Kasang-Kulim2.jpg
(Laras Olivia/Riau Online)

RIAUONLINE, PEKANBARU- Sejauh 17 Kilometer dari pusat Kota Pekanbaru, tepatnya di Jalan H Usman Nomor 1, Kubang, Siak Hulu, Kampar Riau, ada satu kebun binatang Kasang Kulim. 

 

Dikatakan Kordinator Lapangan, Indra Boyka, kebun binatang ini didirikan pada tahun 1991 dan peresmiannya pada 1993. Mulanya luas kebun binatang sekitar 17 Hektar, kini menjadi 14 Hektar.

 

Sesampainya di pintu masuk, pengunjung disambut penjaga tiket. Mewajibkan untuk menukar rupiah dengan kertas tanda masuk.

 

 

 

"Harga tiket masuk kebun binatang bervariasi. Untuk anak-anak dikenakan biaya Rp 20 ribu, sedang untuk dewasa harganya Rp 25 ribu," ujar Boy kepada Riau Online.

 

Setelah menebus biaya masuk, pengunjung bisa langsung menyusuri dan melihat beragam satwa. Di dalamnya terdapat 41 jenis satwa dengan keseluruhannya 170 ekor.

 

 

 

Pantauan Riau Online, ada sejumlah unggas seperti burung elang. Hewan lainnya jenis primata, ular, orangutan, gajah, buaya, kuda nil, singa dan banyak lagi.

 

Selain bisa melihat satwa, di kebun binatang Kasang Kulim juga terdapat berbagai wahana lainnya. Ada kolam renang yang diperuntukan bagi anak-anak. Lalu ada kolam pemancingan dan spot foto.

 

Bonbin Kasang Kulim

 

Koleksi Orangutan di Bonbin Kasang Kulim/Laras Olivia/Riau Online

 

Sejumlah pengunjung juga bisa menyewa gajah tunggang atau naik kuda. Beberapa pengunjung lainnya tampak menggelar tikar dan makan bersama keluarga di taman.

 

Kebun binatang Kasang Kulim buka setiap hari. Jadwalnya dari pukul 06.00 pagi hingga 17.00 sore. Menurut Boy, banyak juga pengunjung yang datang dari luar kota.

 

Seperti Roger, salah satu pengunjung asal Kota Dumai. Dirinya mengaku senang bisa berkunjung ke Kasang Kulim.

 

"Senang bisa melihat aneka satwa. Maklum, sedikit alternatif wisata di sekitar sini. Makanya saya memilih datang ke sini. Mau lihat gajah, singa dan orangutan. Itu satwa yang sangat unik, jarang bisa lihat satwa itu," katanya kepada Riau Online.

 

Kebun Binatang Kasang Kulim merupakan lembaga konservasi di bawah binaan balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Sehingga keadaan satwa baik yang melahirkan, sehat, sakit hingga mati harus dilaporkan ke BBKSDA.

 

Boy menyebut, kebun binatang ini juga tergabung dalam Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI). 

 

"Satwa-satwa di Kasang Kulim adalah titipan dari BBKSDA. Namun tidak semua jenis hewan, melainkan hanya binatang yang dilindungi saja," ucapnya.

 

 

Hewan di Kebun Binatang Kasang Kulim juga berasal dari barter (tukar-menukar) antar kebun binatang. Boy katakan, ada barter dengan Taman Safari. Mereka kedatangan Kuda Nil, Singa dan Rusa dari Siantar, serta Orangutan dari Gembira Loka.