Masih Uji Coba, Pelajar Masuk 3 Kali Sepekan, Belajar 180 Menit Per Hari

Belajar-daring8.jpg
(Laras Olivia/Riau Online)

RIAUONLINE, PEKANBARU- Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Pekanbaru mulai melakukan aktivitas belajar tatap muka secara terbatas hari ini, Senin 16 November 2020.

 

Dari 568 total siswa keseluruhan di SMPN 3, hanya 195 siswa yang hari ini belajar tatap muka secara terbatas di sekolah. Mereka akan bergantian datang ke sekolah sesuai jadwal yang telah ditentukan.

 

Waka Kesiswaan SMP Negeri 3 Kota Pekanbaru, Nur Azmi mengebut, pembatasan ini guna mengantisipasi kerumunan. Para siswa juga dipisahkan kelasnya agar tidak saling bertemu.

 

 

 

"Hari ini yang masuk siswa kita kelas IX, karena mereka di kelas akhir dan banyak mata pelajaran yang harus dikejar. Ada 195 siswa yang belajar hari ini," terangnya, Senin 16 Oktober 2020.

 

Pihak sekolah juga membatasi jumlah siswa tiap kelas. Satu kelas diisi 18 hingga 19 siswa. Maksimal satu kelas 20 siswa.

 

"Kelas hari ini dibuat menjadi 10 ruangan. IX 1 A kita letak di lantai bawah, kelas IX 1 B kita letak di atas," paparnya.

 

Sementara, ada tiga kali jadwal belajar tatap muka secara terbatas dalam sepekan. Hari Senin jadwal kelas IX, hari Rabu untuk kelas VIII dan hari Jumat kelas VII.

 

Selain hari jadwal belajar, digunakan untuk sterilkan sekolah. Ada upaya sekolah untuk menyemprot disinfektan ruagan.

 

"Kita diizinkan membuka sekolah hanya tiga jam. Dari jam 07.15 dan berakhir 10.15 WIB. Ini tanpa jam istirahat dan siswa membawa bekal dan makan di kelas," imbuhnya.

 

Bagi orangtua yang tidak mengizinkan anaknya belajar di sekolah, mereka akan datang ke sekolah mengambil surat pernyataan. Surat itu ditandatangani dan ditinggalkan di pos security.

 

"Ada grup wali murid, wali kelas menginformasikan di grup dengan mengirim SOP dalam belajar tatap muka terbatas. Kita sosialisasikan semuanya. Jadi kita tidak paksa anak-anak kalau orangtuanya tidak izin," kata Azmi.

 

 

 

Azmi berharap pandemi segera berakhir, proses belajar mengajar bisa kembali seperti sebelum pandemi.